Anggaran Dana Desa Sukaraja Diduga Kuat Tidak Tepat Sasaran

Wartawan Penulis oleh: Balas

Bekasi,Post Keadilan – Realisasi Anggaran Desa Tahun 2018 sangat rawan penyimpangan di berbagai desa yang ada di kabupaten Bekasi. Pasalnya, dari data penerimaan desa pada triwulan I,II,III tidak menunjukkan wajah pembangunan dan kegiatan yang sudah di anggarkan dari dana tersebut.

“Di Kabupaten Bekasi, sangat sedikit tampak terlihat pembangunan desa. Tim kami sedang telusuri beberapa desa yang diduga kuat oknum kepala desanya bermain anggaran dan ataupun menggunakan anggaran tidak tepat sasaran,” tuding Ketua Nasional Corruption Wacth (NCW), Herman PS kepada PostKeadilan, Sabtu (4/8/2018) siang.

Lanjut Herman, yang lebih jelas informasi masuk adalah pembangunan rumah kepala desa serta kendaraan pribadi sang kepala desa yang baru dan keren-keren. “Kami sedang melirik desa-desa mana saja yang Kepala Desanya layak di laporkan ke pihak berwajib akibat kesalahan penggunaan anggaran dana desa,” pungkasnya.

Tidak lepas dari sorotan sepekan sebelumnya terhadap desa Sukaraja kecamatan Tambelang. Dari pengakuan salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, menjelaskan bahwa anggaran dana desa tidak pernah tahu.

“Saya pribadi tidak lihat adanya pembangunan ataupun sosialisasi kepada warga. Bahwa ada pembangunan jaling (Jalan Lingkungan) yang bersumber dari Anggaran desa,” kata sumber.

Beliau mengatakan, apalagi momen Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) seperti ini, jangan harap ada pembangunan. “Yang ada hanya fokus untuk persiapan Pemilihan Kepala desa,” ucap dia.

Seperti diketahui, penerimaan anggaran Desa Sukaraja Tahun 2018 mencapai 2,8 miliar. Namun menurut penuturan beberapa warga yang di temui awak media ini, tidak ada pembangunan untuk tahun 2018.

Ditemui Kepala desa Sukaraja, Narja dirumahnya, Senin (30/7/2019). Narja mengatakan bahwa terkait kegiatan desa untuk saat ini dirinya sedang cuti.

“Saya sudah cuti untuk persiapan pilkades. Silahkan Langsung Ke desa aja bang. Saya sekarang sudah cuti. Ada nanti PJS saya yang menjelaskan,” kilahnya.

Kemudian dari pada itu, Narja berkelit bahwa saat itu dirinya mau ada tamu dari Muspika kecamatan.

“Jadi tolong ke desa aja bang,” elaknya sembari bergegas meninggalkan wartawan. (Safari Bono)

banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.