Beredar Isu Ijazah Palsu Walikota Bekasi, Masyarakat dan LSM Ikut Cari Bukti Pendukung

Beredar Isu Ijazah Palsu Walikota Bekasi, Masyarakat dan LSM Ikut Cari Bukti Pendukung

Postkeadilan Bekasi-Menjelang Pemilahan kepala daerah tahun 2018 yang akan di ikut sertakan sebanyak 171 calon kepala daerah, dari mulai Gubernur hingga Walikota dan Bupati, kini menjadi ajang menentukan suara hak pilih bagi masyarakat yang daerahnya mengadakan pemilihan.

Namun hal itu pula menjadi isu panas di sejumlah daerah, bahkan bagi lawan politik pun dijadikan senjata melawan sang petahana dan lawan lainnya, dari mulai isu sara bahkan ras hingga isu lainpun dimainkan untuk menjatuhkan sang lawan.

Seperti yang beredar di Kota Bekasi Jawa-barat, terkait salah satu calon incumben yang terindikasi memiliki ijazah palsu, dengan beredarnya copy an tentang ijazah sang petahana Walikota Bekasi Rahmat Effendi hingga surat pelaporan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dengan pelapor atas nama Teguh, membuat banyak masyarakat dari berbagai kalangan bertanya tanya terkait isu tersebut.

Namun dalam tulisan yang disampaikan oleh salah seorang yang tidak dikenal dengan nomor telfoun 081288922XXX, bahwa tidak ada SP3 seperti apa yang beredar terkait laporan di Bareskrim tempo lalu tentang ijazah Walikota Bekasi Rahmat Effendi, bahkan pembuktian terkait ijazah atas nama Rahmat Efffendi yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bekasi itu asli, tidak pernah ada di publikasikan.

Beberapa bukti foto yang di kirimkan melalui pesan singkat WhatsApp kepada Redaksi Postkeadilan.com dengan mengatas namakan dirinya Saeful Yunus, membuktikan bahwa Ijazah Walikota Bekasi adalah palsu, dan itu terjadi sejak tahun 1999 saat menjabat sebagai anggota DPRD.

Dengan beredarnya isu tersebut, postkeadilan.com mencoba menghubungi Walikota Bekasi Rahmat Effendi untuk meminta tanggapan terkait isu kepemilikan ijazah palsu dirinya tersebut, namun berkali kali tidak mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan.

Dengan beredarnya isu ijazah Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang diduga merupakan ijazah palsu, Ketua Umum lembaga Swadaya Masyarakat Komite Masyarakat Peduli Indonesia (LSM KOMPI) Ergat Bustomy akan ikut serta melaporkan hal ini ke Mabes Polri.

“Ya jika itu benar bahwa ijazah Walikota Bekasi Rahmat Effendi adalah ijazah palsu, saya atas nama LSM Kompi akan ikut serta melaporkan hal ini ke Mabes Polri, bahkan dirinya akan mengirimkan surat ke Istana Presiden, untuk menyelidiki beberapa laporan dan bukti-bukti dugaan kepemilikan ijazah palsu Walikota Bekasi,”ungkapnya.

Dirinya pun mengaku sudah mengantongi beberapa alat bukti pendukung yang didapat terkait dugaan tersebut, bahkan dijelaskannya beberapa pejabat Pemerintah Daerah Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi membenarkan hal tersebut, serta salah seorang pejabat BUMD di Bekasi, mengakui dan membenarkan bahwa ijazah Walikota memang palsu, itu bisa dibuktikan atas rekaman pembicaraan dirinya dengan beberapa pejabat tersebut.

“Apabila benar Walikota Bekasi Rahmat Effendi menggunakan Ijazah Palsu sejak tahun 1999 sampai saat ini, jelas dia sudah merugikan Negara bahkan telah membodohi masyarakat Kota Bekasi, maka hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut,”ujarnya.

Tinggal nanti para penegak hukum itu sendiri jika hal ini dilaporkan, berani atau tidak mereka menindak tegas terkait dugaan pemalsuan ijazah menjadi pejabat Negara, jangan sampai kepercayaan masyarakat saat ini terus memudar terhadap penanganan setiap perkara di Negeri ini, khususnya Kepolisian Republik Indonesia harus berani dan tegas. (Red)

banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Password Reset
Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.