Bos Besar Agen Judi Turn Poker Kebal Hukum?

Wartawan Penulis oleh: Balas

Janpiter TariganMedan, PostKeadilan – Kabar tentang tebang pilih penangkapan pelaku judi Turn Poker di wilayah hukum kota Medan, ternyata bukan hisapan jempol semata. Pasalnya, diduga bos besar agen judi Turn Poker, Janpiter Tarigan hingga kini belum tersentuh aparat penegak hukum.
“Banyak yang sudah ditangkapi, tapi kenapa si Janpiter tidak ditangkap? Padahal dari dia (Janpiter) lah kami sering beli chip,” ujar sumber kepada PostKeadilan di Medan, Rabu itu.
Sebut sumber, dari Janpiter lah asal chip yang beredar di Indonesia. Chip ini diperoleh dari Hasan, warga Negara Turki pemilik Game Turn Poker.
Lanjut sumber, Janpiter adalah pemilik Warnet Jatynet, agen judi TURN POKER Medan. “Pernah di grebek. Janpiter tidak ditangkap, istrinya yang ditangkap. Itu ada beritanya di internet. Pas valintene 2015 itu. Namun Janpiter nya tidak ditangkap.? Kami tidak tahu, apakah istrinya yang ditangkap itu sampai ke Meja Hijau atau 86,” pungkasnya.
Ditelusur pemberitaan yang ada di internet seperti kata sumber, ternyata benar. Sejumlah media memberitakan. Diberikatan Merdeka.com, personel Satuan Reskrim Polresta Medan membongkar permainan judi ‘online’ internasional beromset miliaran rupiah setiap minggunya yang dikelola warga negara Turki dan meringkus sembilan tersangka di Kelurahan Dwikora di daerah tersebut.
“Penangkapan terhadap sembilan orang pemain judi itu, berdasarkan informasi diperoleh dari masyarakat, ada sebuah warnet sering dijadikan permainan judi online jenis poker,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram Istanto kepada wartawan, Selasa, 17 Februari 2015 sperti dikutip dari Antara.
Kemudian, menurut dia, petugas kepolisian melakukan penggerebekan dan mengamankan TMB (33) pemilik warnet di Jalan Kapten Muslim Medan, Sabtu malam, 14 Februari 2015.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan, pihak berwajib menangkap PR (18), PRD (19) dan RN (23) yang sedang bermain serta HET (28), RES (20), OJT (20), SMT dan (27) RSS (24) berperan sebagai operator,” ujar Kompol Wahyu.
Dia menyebutkan, dari tangan tersangka tersebut, polisi menyita enam unit komputer, lima buku tulis, uang tunai Rp 4.300.000, 11 buku tabungan, 2 ATM dan 1 token bank. Bahkan, kegiatan operasional perjudian itu dilakukan melalui website atau facebook yang dibuat seorang Warga Negara Turki.
“Setelah itu, yang bersangkutan mencari orang-orang untuk mengelola situs tersebut dan mengajarkannya teknik bermain judi tersebut,” katanya.
Dia menjelaskan, operator yang mengelola situs dan para pemain bisa masuk untuk bermain dengan menggunakan kode tertentu. Chip dibeli dari operator dengan harga tertentu.
“Jika menang, maka bisa dijual kembali ke operator. Dan bagi yang ingin berhubungan langsung dengan operator bisa secara online,” kata nya.
Sedangkan pembayaran dilakukan melalui rekening tertentu yang sudah disepakati. Hasil dari perjudian tersebut, dikirim kepada warga negara Turki itu lewat rekening bank.
“Perjudian ini berlangsung sejak enam tahun lalu. Selama sebulan, bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah. Bulan lalu saja, Rp 330 juta,” kata Wahyu.
“Kesembilan tersangka itu, dijerat Pasal 303 ayat (1) subsider Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman minimal 5 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan.
Kemudian, pada pemberitaan online Medan Satu sebut pemberitaan hal yang sama. Tetapi nama Janpiter sang pemilik dan pengelola Warnet Jatynet tidak tersangkut di dalamnya alias lepas dari jeratan hukum.
Ditelusuri tentang Janpiter Tarigan, ternyata dia nya adalah residivis yang pernah di tangkap oleh Mapolsekta Sunggal dibawah pimpinan AKP Faisal Napitupulu SiK didampingi Kanit Reskrim Iptu Antoni tahun 2009, atas melakukan praktek perjudian togel di Warnet Jatynet.
Sementara seperti diketahui, Kapolri Tito jauh-jauh hari sudah menabuh perang terhadap segala bentuk praktek perjudian, namun Warnet Jatynet hingga kini terlihat tidak menghiraukan signal ini. Ironisnya, dari informasi yang ada, posisi Polsek Medan Helvetia tidak jauh berada dari Warnet Jatynet yang masih beroperasi di Jl. Kapten. Muslim (Depan K24) .
Dihubungi melalui seluler milik Jan Piter, sang istri sebut ntar sore. “Dia lagi tidur, tidak bisa diganggu. Ntar sore saja ya,” sebut wanita itu di ujung selelur, Kamis pagi lalu.
Siang harinya, Janpiter bicara melalui seluler. Suaranya tidak jelas dan bernada marah. “Saya tidak kenal sama kamu. Cari tahu sendiri siapa saya,” putusnya. Bersambung………………….Simare/tim.

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.