Kades Tridaya Sakti Disinyalir Selewengkan Dana Desa

Bekasi, PostKeadilan – Kepala Desa (Kades) Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Suwardi Wada disinyalir selewengkan Dana Desa dan atau lakukan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD). Pasalnya, Suwardi Wada enggan transparan dalam penggunaan dana-dana tersebut.
Kunjungan awak media ini, Rabu (9/11) itu. Ada kegiatan pengaspalan di halaman depan Kantor Desa Tridaya. Halaman itu beton yang masih bagus, disulap dengan melapis aspal di atas alias terkesan pemborosan anggaran. Dipertanyakan mengenai anggaran pengaspalan halaman Kantor Desa, Suwardi terkesan menghindar. “Ngapain nanya-nanya itu. Saya lagi sibuk mengurus warga saya,” kilahnya di warung Kantor Desa Tridaya.
Dipertanyakan kenapa bahasa Kades demikian, mimik wajah Suwardi berubah. “Sudahlah bang, saya bilang saya lagi sibuk,” ujarnya ‘bak jengkel. Entah sibuk apa, Kades ini bukannya berada di ruang kerjanya, malah terlihat santai usai makan siang di warung yang berada di lokasi kantor desa tersebut.
Di minta waktu kapan dia (Suwardi) bersedia beri klarifikasi terkait anggaran Dana Desa dan ADD yang di terimanya dan penggunaannya diperuntukkan untuk apa, Kades ini tak menjawab. Bahkan melalui SMS dan di hubungi ke nomor seluler milik Suwardi, hingga pemberitaan, Suwardi juga tak beri jawaban.
Diminta tanggapan terkait hal di atas, Ketua LSM Jaringan Anti Korupsi Seluruh Indonesia (JAKSI), Ojak Sinaga sangat menyayangkan sikap Suwardi sebagai Kepala Desa. “Seorang Kepala Desa itu panutan masyarakat. Apalagi yang bertanya itu wartawan sebagai social control. Mengapa juga dia (Suwardi) tak beri jawaban.? Ada apa.?,” ujarnya, Jumat (18/11) di Tambun Selatan.
“Kalau begitu sikapnya, kami mensinyalir ada pelanggaran pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah menjadi UU nonor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi di Kantor Desa itu,” ucap Ojak.
Terang Ojak, ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar bagi setiap orang yang lakukan pelanggaran Undang-undang tersebut.
“Tim kami akan kita kerahkan mencari informasi, data, berapa jumlah anggaran yang di terima Kantor Desa Tridaya Sakti. Tak ada yang harus di tutup-tutupi dalam anggaran. Semua harus terbuka, transparan,” pungkas Ojak. Marja/R-O1

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

3 Responses

  1. choc2 Mei 2018 at 3:08 pmBalas

    Heya! I’m at work browsing your blog from my new iphone 4!
    Just wanted to say I love reading your blog and look forward to
    all your posts! Carry on the fantastic work!

  2. chocolate3 Mei 2018 at 10:50 pmBalas

    you are in reality a excellent webmaster.
    The website loading speed is incredible.
    It kind of feels that you’re doing any distinctive trick.
    Moreover, The contents are masterpiece. you’ve done a excellent process in this topic!

  3. choc5 Mei 2018 at 12:12 pmBalas

    I don’t know if it’s just me or if perhaps everybody else encountering
    issues with your site. It appears as though some of the written text within your content are
    running off the screen. Can someone else please
    comment and let me know if this is happening to them too?
    This may be a issue with my internet browser because I’ve had
    this happen before. Cheers

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.