Kepala SMPN 2 Tanjung Beringin Berbohong?

Wartawan Penulis oleh: Balas

Sergai, PostKeadilan – Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Beringin, Jonni Sihite terindikasi kuat lakukan pembohongan kepada wartawan. Pasalnya, Jonni yang berjanji akan mempertemukan wartawan dengan pihak pekerja yang mengerjakan proyek rehab 2 kelas di sekolahannya itu, tidak juga terealisasi.

“Saya masih sakit pak. Mungkin Minggu depan bisa saya pertemukan dengan pihak pemborong,” ucap Jonni berkilah ketika dipertanyakan kembali janji Jonni kepada awak media ini di ruang kantornya di desa Pematang Terang Kec. Tanjung Beringin Kab. Serdang Bedagai, Sabtu (18/8/2018) siang.

Pada hal beberapa hari sebelumnya, Kamis (16/8/2018) siang, Jonni yang menjanjikan akan mempertemukan awak media ini dengan pelaksana rehab total 2 ruangan kelas di sekolah yang dia pimpin. Namun ketika di temui di ruang kantornya, sambil merokok kretek, Jonni akui dirinya yang lagi sakit itu belum dapat merealisasikan janjinya tersebut.

Dipertanyakan siapa dan dimana plank proyek serta berapa besar anggaran proyek swakelola rehab 2 ruang kelas itu, Jonni berdalih tidak tau dan atau menjanjikan kembali agar PostKeadilan datang di minggu-minggu kemudian. “Minggu depan lah datang pak. Saya lagi kurang sehat,” ujar Jonni.

Sementera itu ditempat terpisah, diminta tanggapan Ketua NCW SUMUT Herman PS, S.Pd mengatakan, suatu pembohongan apabila Kepsek tersebut mengatakan tidak tau, karena kalau namanya Swakelola itu adalah pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dan diawasi sendiri. Hal ini ada tertuang dalam KEPPRES No. 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Barang/jasa Pemerintah.

Berdasarkan penelusuran dan informasi dari sejumlah warga setempat yang berada di sekitar sekolahan mengatakan bahwa Jonni sendiri lah yang menangani rehab sekolah itu. “Sore-sore di kerjakannya. Dia (Jonni) bersama beberapa orang yang mengerjakan rehabnya,” ungkap beberapa sumber yang berhasil ditemui awak media ini.

Kemudian dari pada itu, tampak pisik bangunan sekolahan tersebut juga, secara kasat mata belum lah layak mendapat bantuan dana rehab ringan dan atau pun kucuran dana rehab sedang. Sayangnya, sang Kepala Sekolah itu tidak mau berterus terang (tertutup) tentang apa yang di ketahui dia (Jonni) dalam hal anggaran dana rehab 2 ruang kelas di sekolahan yang di gawanginya itu. Bersambung…… (Briston S)

banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Password Reset
Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.