oleh

Melirik Keberhasilan Bupati Dosmar Ubah Kab. Humbahas


Humbahas, PostKeadilan – Sepanjang kurang lebih tiga tahun kepemimpinan Dosmar Banjarnahor menjabat Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), selama itu juga banyak kritik, saran dan apresiasi datang dari berbagai kelompok masyarakat kepadanya.

Kesemua kebijakan pemerintahannya yang sudah dilakukan maupun sedang dikerjakan kini sangat dirasakan warga masyarakat.


Sesuai dengan program Jokowi-JK yang disebut Nawacita ketika Pilpres 2014 inilah yang menjadi acuan dan target atau sasaran untuk membangun Indonesia Kuat dan Hebat menjadi acuan sang Bupati Dosmar Banjarnahor.

Penelusuran PostKeadilan, Nawacita itu digalakkan Dosmar Banjarnahor. Yakni untuk “Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”.


Hal ini diakui Ketua Kelompok Tani, Budi Marbun ketika ditemui disalah satu Resto yang terletak di bibir pantai Danau Toba, di Desa Simangulampe, Kec. Baktiraja, Kab. Humbahas.

“Selama 3 Tahun berjalannya pemerintahan ada banyak perubahan dan terobosan. Tahun pertama Bupati duduk sudah melakukan terobosan. Semisal dalam sektor pertanian, salah satunya adalah Jagung. Dari mulai pengolahan lahan, pak Bupati beri bantuan alat berat dengan gratis,” ungkap Budi kepada PostKeadilan, Rabu (4/9/2019).

Cerita Budi, pemberian bibit Jagung dan pupuk pun digratiskan.

“Sampai kepada hasil panen dijamin harganya bahkan diatas harga pasar. Dipasar harga waktu itu Rp. 2.600/kilo, Bupati kita beli Rp. 4.800/kilo,” ingat Budi.

Tahun ke 2 Bupati kembali melakukan penataan untuk hasil tani jenis Kopi dan Cabai. Baik dalam pengontrolan harga manakala harga pasar sedang anjlok.

“Jika harga cabai dipasar sedang turun, Bupati siap menampung hasil panen dengan harga standar. Cabai disimpan di salah satu tempat berbentuk kulkas yang sudah disediakan oleh pemerintah Humbahas. Sampai harga kembali normal,” bebernya.

Kontur tanah di wilayah Kab. Humbahas sangat bersahabat dalam sektor pertanian. Sehingga di Tahun ke 3 kembali Dosmar kembangkan pengolahan kentang.

“Hasil tani jenis Kentang sudah langsung ditampung perusahaan Indofood. MOU (Memorandum of Understanding) sudah ada,” jelas Budi.

Begitu juga hasil tani lainya seperti bawang putih dan bawang merah, dimana Humbahas menjadi salah satu Kabupaten pemasok bawang putih dan merah keluar daerah.

Disisi lain, lanjut Budi. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sembawa, Palembang, Sumsel, memberikan kepercayaan ke Kab. Humbahas melalui pemberian 3 ekor sapi jenis Belgian blue, 2 betina, 1 jantan.

Dikembangkan dengan tujuan memenuhi kebutuhan daging skala nasional. “Ini merupakan perdana dan pertama di Indonesia, diserahkan langsung ke Kelompok Tani Satahi,” papar Budi.

Keberhasilan maupun terobosan Bupati Dosmar menurut putra daerah asli Humbahas ini sebut patut diapresiasi.

Walaupun banyak kritik, namun semua kritik itu menjadi suatu acuan dan koreksi menuju perbaikan. Mencapai kesejahteraan rakyatnya.

Termasuk berdirinya Kantor Imigrasi di Humbahas yang diresmikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada bulan Juni 2019.

Begitu juga keberhasilan dalam program bedah rumah selama 3 tahun Rutilahu (RTLH) yang mencapai angka 4 ribu unit. Rencana tahun depan akan dibagun 2000 unit. Yakni di 10 Kecamatan,: Kec. Lintong nihuta, Kec. Paranginan, Kec. Dolok Sanggul, Kec. Baktiraja, Kec. Pollung, Kec. Onan Ganjang, Kec. Pakkat, Kec. Parlilitan, Kec. Tara Bintang, dan Kec. Sijama Polang.

Seperti diketahui juga, tahun 2017 hutan kemenyan yang berada di Desa Supihutan Kec. Pollong sudah kembali ke tangan rakyat. Sebelumnya diduga dalam penguasaan PT TPL. Bahkan akibat dari pengambil alihan lahan ini jadi berbuntut panjang.

Sampai kepada pelarangan kepada setiap unit logging (truk pengangkut kayu-red) melintas di wilayah Humbahas. Langkah ini dilakukan atas kerjasama Dishub Humbahas dan Polres Humbahas. Dan sampai saat ini pengusaha masih kontra dengan Pemkab terkait kebijakan ini.

“Bahkan Bupati pun tidak mengeluarkan izin untuk penebangan kayu sampai saat ini,” ungkap Budi.

Sedemikian Bupati Dorman yang baru-baru ini nekat mengambil resiko dengan melakukan festival Danau Toba di dataran tinggi pada Tahun 2017 silam di Sipinsur, Kec. Paranginan. Dimana kebijakan Dorman menimbulkan polemik dan pergunjingan di publik.

Namun langkah ini tetap dilakukan dan akhirnya membawa nama Sipinsur menjadi terkenal di mata dunia. Tahun 2017 juga, Bupati meresmikan Taman Bunga skala nasional, lokasinya di Kec. Pollung persis di atas Bakkara.

“Kita berharap ke depan pemerintahan Bupati saat ini bersama programnya bisa dieksekusi dengan baik demi kebaikan warga masyarakatnya. Serta Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermentalitas Unggul,” harap Budi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed