NCW Bersama LSM RAI Aksi Demo Di KPK

Wartawan Penulis oleh: Balas

Jakarta, PostKeadilan – National Corruption Watch (NCW) bersama LSM Ratu Adil Indonesia (RAI) dari Kabupaten Lahat Ratusan Sumatera Selatan, Rabu (09/01/2019) itu adakan aksi demo di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.NCW Bersama LSM

Ratusan massa ini dikawal ketat oleh pihak Kepolisian dari Polda Metro Jaya. Koordinator aksi di pimpin Dodo Arman, Herman PS dan Malik Husaini. Dalam aksinya, pendemo meminta Ketua KPK, Agus Raharjo agar segera memeriksa beberapa pejabat dan eks pejabat di Kabupaten Lahat. Khususnya terkait proyek air bersih yang menelan dana cukup fantastis, yakni sebesar Rp 24 miliar dan hingga kini mangkrak.

 

“Kami melihat selama ini KPK belum berbuat apa-apa. Anda digaji dan difasilitasi oleh rakyat. Gedung ini adalah gedung rakyat. Ayo KPK, bangun dari tidurmu,” kata Dodo dalam orasinya.

Dalam aksi ini, Ketua NCW Lahat itu juga sempat kecewa pada Ketua KPK, Agus Raharjo. Karena tidak ada satu pun yang menerima perwakilan dari NCW. Padahal mereka akan menyerahkan berkas dugaan kasus korupsi yang mereka bawa.

Sementara itu, Ketua LSM Ratu Adil Indonesia, Malik Husaini, dalam orasinya meminta agar dugaan kasus Bansos 2013 segera diproses hukum di Kabupaten Lahat. Lantaran ia menganggap, hingga kini dugaan kasus korupsi tersebut jalan di tempat.

Malik juga meminta kepada lembaga penegak hukum untuk tetap tidak memilah-milah dalam hal penanganan dugaan kasus korupsi. Seperti hari ini, masalah dugaan kasus korupsi proyek air bersih Rp 24 miliar pada APBD tahun 2011/2012 di Kabupaten Lahat.

Dalam aksi yang semakin memanas, Ketua NCW, Herman PS dan Dodo Arman akhirnya di terima KPK. Mereka pun menyerahkan berkas satu bendel berisi berkas dugaan kasus korupsi proyek air bersih Rp 24 milyar di Kabupaten Lahat. Berkas tersebut diterima Ita dari Humas KPK.

Di pertanyakan kembali kepada Herman tentang perkembangan dari laporan yang mereka sampaikan, Herman sebut belum menerima balasan dari pihak KPK.

“Belum, kami belum menerima progres dari KPK. Mungkin KPK sedang telaah aduan kami itu. Nanti kalau ada progres akan kami sampaikan ya bang,” pungkas Herman di ujung telepon selulernya, Sabtu (12/1/2019). Bersambung……….(Simare/Tim)

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.