Patut Ditiru Jiwa Sosial Seorang Emma Woodhouse

Wartawan Penulis oleh: Balas


Bali, PostKeadilan – Emma woodhouse adalah satu dari beberapa orang asing yang datang ke pulau Bali untuk gerakan sosial membantu anak kurang mampu di Panti Asuhan Alas Kasih di desa Jembrana Bali.

Wanita yang pada tanggal 7 Juli 2019 itu genap berusia 38 tahun berasal dari negara Inggris.


Awal kedatangannya ke pulau Bali adalah praktek kerja lapangan yang nantinya akan dia pakai buat bekal mencari pekerjaan di negaranya.


Penelusuran PostKeadilan, Emma dengan sukarela mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak yang ada di panti asuhan.

“Emma Woodhouse memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia tidak hanya mengunjungi panti asuhan tetapi juga dia mengunjungi warga negara asing yang ada di Rutan Kerobokan,” ungkap Yenni Marlina Tampubolon kepada awak media ini.

Kata Yenni, Emma memberikan bantuan berupa pakaian, makanan dan apa yang diminta oleh para tahanan kepadanya.

“Begitu juga ke Panti Asuhan. Emma peduli an orangnya,” ucap Marks Neville Clive, juga seorang sukarelawan membantu mengajar di junior hight school.

Pria kelahiran 1958 asal Australia itu sama seperti Emma. Setiap 6 bulan sekali, lelaki ujur dipanggil Baba ini bekerja sama dengan Jeny panggilan akrab Yenni Marlina Tampubolon. Kepedulian Baba mendapat apresiasi di kalangan masyarakat Bali.

Kembali ke Emma. Kedatangan Emma pertama kali ke pulau Bali pada tahun 2017. Ia tinggal di Bali selama 3 bulan dan kembali ke negaranya.

Menurut Emma datang kembali karena begitu terkesan dengan orang-orang yang sempat dia kenal di pulau Bali. Ia menganggap mereka adalah keluarganya.

Pada akun FACEBOOK milik Emma Woodhouse, bercerita tentang usaha mencari dan mengumpulkan bantuan.

Sepulangnya ke negaranya, dia berpikir dan mencari ide bagaimana caranya untuk dapat membantu anak anak yang kurang mampu di Bali dengan meminta dan mengumpulkan uang coin Poundsterling.

Emma bercerita kepada teman-temannya yang ada negaranya dan meminta agar mereka mau menyumbangkan atau memberinya uang coin Poundsterling.

Hasil pengumpulan, bantuan tersebut kesemuanya untuk di kirim ke Bali buat membantu anak-anak yang ditampung Panti Asuhan.

Emma Woodhouse bukan dari keluarga yang kaya. Dia berasal dari keluarga yang biasa saja. Emma bekerja serabutan di negaranya. Kan tetapi karena jiwa sosial dan rasa kepuduliannya terhadap anak-anak yang kurang mampu di Bali, diapun berusaha datang ke Bali setiap tahun untuk mengunjungi Panti asuhan dan Lapas Kerobokan memberikan bantuan yang diperoleh nya.

Bahkan dia membantu beberapa anak panti asuhan untuk lanjut kuliah di perguruan tinggi.

Kelengkapan cerita di atas dapat dibaca di status Facebook Emma Woodhouse dan akun Neville Marks yang luar biasa untuk membangunkan rasa Kepedulian terhadap sesama.

Kata Emma pada akunnya. Dapatkah Anda membagikan.? (Menyisihkan uang receh). Jika Anda dapat, silakan menyumbang karena kami masih membutuhkan lebih banyak.

“Ini telah membuat perbedaan besar bagi kehidupan mereka. Jadi terima kasih banyak. Dan juga di bawah ini terima kasih dari para gadis. Pada menit terakhir kami berhasil memiliki cukup uang untuk mengirim siswa ke sekolah menengah yang ke 4. Tetapi masih kan terus usaha untuk sisa biaya dan alat tulis serta transportasi. Jadi tolong bantu jika Anda bisa,” tulis Emma. (Rosida)

banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Patut Ditiru Jiwa Sosial Seorang Emma Woodhouse