Penyidik KPK Diserang, Preseden Buruk Di Negeri Ini?

Wartawan Penulis oleh: Balas

Jakarta, PostKeadilan – Pada Selasa (11/4) pagi, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diduga disiram air keras oleh dua orang tak dikenal. Saat ini, penyidik KPK itu usai salat subuh di masjid dekat rumahnya. Ia saat ini tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Mochamad Iriawan menyatakan ada orang lain di balik pelaku penyiraman air keras pada Novel Baswedan. Ia bertekad akan mengungkap kasus ini karena jadi pertaruhan penegak hukum.

Iriawan mengatakan, sebagai sebuah kasus pidana, kejadian ini tentu ada motifnya.

“Tentu ada motif, ada pelaku di lapangan yang menyiram, tentu ada yang menyuruh. Tidak mungkin berdiri sendiri,” kata Irawan dalam amanatnya saat upacara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (12/4).
Iriawan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Dia memerintahkan segenap jajaran untuk segera menangkap orang-orang yang terlibat.

“Peristiwa ini harus diungkap, harus diulas siapa pelakunya,” katanya.

Iriawan mengatakan, jika kepolisian tidak menuntaskan kasus ini, maka akan jadi preseden buruk bagi seluruh penegak hukum.
Sebelumnya, jemaah Masjid Al Ihsan, tempat Novel Baswdan Salat, sempat membantu usai insiden penyiraman air keras. Jemaah membantu menyiramkan air di tempat wudhu pada wajah Novel yang terkena siraman air keras.

Imam Masjid Al Ihsan, Abdurrahim Hasan mengatakan, kejadian terjadi pukul 05.10 WIB. Saat itu Novel diketahui baru keluar dari masjid usai salat subuh berjamaah.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari orang-orang. “Kami mendengar orang teriak,” kata Hasan di depan rumah Novel di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4).

Setelah membantu Novel membersihkan mukanya, warga lalu membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Saat kejadian, kesaksian warga, pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan sepeda motor. “Naik motor berboncengan,” kata Hasan.

Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah petugas Polres Jakarta Utara juga masih berjaga-jaga di depan rumah Novel.
mam Masjid Al Ihsan Abdurrahim Hasan mengatakan pihaknya sering mendapati orang-orang yang mencurigakan datang ke kawasan tersebut. Hal itu diduga terkait dengan peranan penyidik KPK Novel Baswedan.

Kejadian itu adalah dua kali, diduga ditabrak sepeda motor dan mobil, serta dibuntuti oleh orang tak dikenal.
Dia menuturkan saat bulan puasa pada tahun lalu, Novel diduga ditabrak oleh orang tak dikenal. Pertama, menggunakan sepeda motor dan kedua kali menggunakan mobil.

“Saya lihat dari CCTV, itu (diduga) secara sengaja ditabrak,” kata Hasan kepada pers di depan rumah Novel.

Hasan juga menuturkan dirinya bertemu dengan Novel pada Minggu (9/4) malam lalu dan berbincang.
Ketika itu, kata dia, Novel sempat menyatakan ia curiga ada orang yang membuntuti dirinya. Simare/Tim

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.