Rumahnya Di Demo, SBY Cuitan di Twitter

Wartawan Penulis oleh: Balas

Jakarta, PostKeadilan – Kembali SBY membuat heboh di twitter lewat serangkaian cuitan, mengeluh soal adanya demo di depan rumahnya yang berada di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Ucap mantan ini, rumahnya digrudug demonstran tanpa pemberitahuan kepada Kepolisian terlebih dahulu.
Menurut SBY, aksi demonstrasi tersebut seharusnya tidak boleh sampai terjadi. Sebab, kata ia, demonstrasi di depan rumah pribadi dilarang. Ia curiga demonstran tersebut adalah massa yang diprovokasi dan di-agitasi untuk menyerang dirinya.
SBY mengakhiri rangkaian cuitannya dengan bertanya tanya apakah dirinya tidak berhak untuk tinggal dengan nyaman dan aman di negeri sendiri. Ia menegeaskan bahwa hal itu adalah haknya dan ia meminta pemerintah bersikap adil.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki meminta SBY tidak perlu khawatir atas aksi unjuk rasa di kediamannya. Teten meyakini Pasukan Pengamanan Presiden yang sudah disiapkan oleh negara, akan mengamankan Presiden keenam RI dan keluarga apabila demo berlangsung ricuh.
“Enggak usah dikhawatirkan. Itu kewajiban negara melindungi mantan presiden. Mantan presiden kan masih ada pengawal, ajudan,” kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2).
Teten pun meyakini aksi unjuk rasa tersebut tidak digerakkan oleh pihak mana pun, apalagi orang-orang di lingkar Istana.
Demonstrasi itu diduga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa, yang sempat memiliki acara di Kompleks Pramuka, Cibubur. Teten juga mengaku hadir sebagai pembicara dalam acara di Kompleks Pramuka, pada Minggu kemarin. Dia memastikan dalam acara itu tidak ada provokasi terhadap mahasiswa, apalagi yang mengarah pada penangkapan terhadap SBY.
“Tidak ada provokasi-provokasi. Itu kan terbuka, pertemuan mahasiswanya seribu lebih. Siapa yang berani memprovokasi di depan umum segede gitu? Kan pidana,” ucap Teten.
Melalui akun Twitter pribadinya, SBY mengungkapkan adanya unjuk rasa tersebut. “Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digrudug” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*,” ucap SBY melalui akun @SBYudhoyono.
SBY menegasakan bahwa dalam undang-undang, tak dibolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak pernah memberitahunya mengenai unjuk rasa ini.
“Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk “Tangkap SBY”. *SBY*,” tulisnya.
SBY pun bertanya kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian apakah ia tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri.
“Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*”.
Aksi demonstrasi di depan rumah SBY itu sendiri berakhir setelah dibubarkan oleh kepolisian.
“Nggak usah dikhawatirkan itu. Sudah kewajiban negara untuk melindungi mantan presidennya. Kan masih ada pengawal, ajudan,” tambah Teten.
Teten melanjutkan tanggapannya bahwa SBY pun tidak perlu sampai mengeluh soal keamanannya di Twitter. Ia menegaskan kembali bahwa hak mantan presiden untuk mendapatkan pengamanan dari pemerintah pasti dipenuhi.
“Menurut saya sih tidak perlu ya. Enggak perlu (mengeluh di Twitter),” pungkas Teten.
Hal Menkopolhukam Wiranto juga mengaku tak heran dengan cuitan panjang SBY tersebut. Ia mengatakan SBY sudah terbiasa membuat cuitan panjang di Twitter. Bahkan, Wiranto mengaku ia belum tahu soal apa saja yang disampaikan SBY di Twitter.
“Ya (SBY) biasa bolak-balik mencuit kan,” ujarnya.
Ditanyai soal pengamanan SBY, Wiranto mengatakan itu menjadi urusan kepolisian dan Paspampres.
“Oh, ya lapor polisi saja. Polisi yang tanganin,” ujar Wiranto saat dicegat awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 6 Februari 2017.
Ia merasa tidak perlu menjawab semua hal yang berkaitan dengan keamanan SBY.
“Masa yang jawab saya (soal pengamanan) juga? Polisi saja. Pengamanan-pengamanan itu kan urusan polisi. Paspampres juga sudah ada grupnya. Grupnya ada, orangnya ada. Ada penyimpangan ya diatasi, diselesaikan gitu saja,” ujarnya seperti dilansir tempo.
Sejumlah netizen pun menanggapi sinis cuitan SBY ini , mungkin karena SBY memang sering membuat cuitan serupa dan banyak yang mengira ini adalah setingan supaya SBY terkesan di dholimi.
Hal ini diperkuat dari informasi dilapangan yang menyebutkan bahwa massa tidak membawa mobil komando untuk berorasi dan hanya menggunlan 10 bus dan satu mobil untuk keperluan konsumsi yang kini diamankan pihak kepolisian.
Jika kita flashback ke tahun 2003-2004 , saat SBY yang saat itu menjabat menteri dan dipecat Megawati yang saat itu sebagai presidennya , SBY pun sering muncul di TV , maklum saat itu belum ada twitter .
SBY sering curhat dan muncul image bahwa SBY di dholimi pengusaha , dan benar saja rakyat indonesia itu suka dengan orang yang di dholimi .
Dan akhirnya SBY pun menang dalam pilpres.
Apakah SBY akan menggunakan model terdholimi lagi ? Tim/BS

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.