Tak Tinggal Diam, JAKSI Akan Laporkan PDAM Tirta Bhagasasi ke Kejagung RI

Tak Tinggal Diam, JAKSI Akan Laporkan PDAM Tirta Bhagasasi ke Kejagung RI

Bekasi Postkeadilan-Dugaan penyalah gunaan jabatan atas kebijakan pimpinan Dereksi PDAM Tirta Bhagasasi, yang diketahui banyaknya temuan Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Bekasi terhadap, Perusahaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi tersebut.

Seperti diketahui saat ini, Ketua Umum LSM Jaringan Anti Korupsi Seluruh Indonesia (Jaksi) kepada postkeadilan.com akan melaporkan atas penemuannya tersebut di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

“Beberapa penemuan kami tentang dugaan pelanggaran dan penyalahgunaa jabatan, yang terindikasi adanya niat jahat yang terindikasi Korupsi, hal itu harus segera dilaporkan ke penegak hukum,”ungkap Ojak Sinaga Ketua Umum LSM Jaksi Selasa Selasa (13/2) kepada postkeadilan.com

Dirinya pun menjelaskan, terkait beberapa penemuannya tersebut diantaranya, telah terjadinya pemotongan gaji terhadap karyawan PDAM yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan hasil pemotongan tersebut terindikasi tidak masuk dalam laporan keuangan, adanya lelang water meter yang terindikasi digelapkan, adanya dugaan pencucian uang yang telah terjadi di beberapa Bank dengan mendepositokan keuangan PDAM di beberapa Bank.

Dari beberapa poin tersebut, menurutnya tidak memiliki izin ataupun rekomendasi dari pemilik saham daerah Bupati dan Walikota, itu sudah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 tahun 2007, jelas itu sudah memiliki niat jahat dengan tidak mematuhi aturan serta regulasi yang diatur.

“Kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat harus menjadi sosial kontrol yang baik, dalam menjalankan program pemerintah yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,”tandasnya.

Beberapa bukti hasil temuan dan infestigasi di lapangan, dirinya mengatakan sudah mengumpulkan guna melaporkan hal ini ke pihak Kejaksaa Agung.

“Karna jelas ini tidak main-main, ada indikasi kerugian terhadap keuangan Negara hingga puluhan Miliar Rupiah,” terangnya.

banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60 banner 7288x90

Anehnya lanjut Ojak, terkait hal ini Bupati sebagai pemilik saham yang juga sebagai pengambil kebijakan terkesan diam saja, dia itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu.

Menanggapi hal itu, mantan wakil Bupati yang pernah menjabat pada periode 2012-2017 lalu merasa miris dan prihatin, atas tindakan direksi PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim yang mengambil keputusan tanpa persetujuan kepala daerah yang diketahui sebagai pemilik saham.

“Jika memang benar hal itu terjadi, Itu mah namanya penggelapan, termasuk ada unsur memperkaya diri sendiri. Harus dilaporkan ke yang menangani korupsi,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp kepada Redaksi postkeadilan.com (29/1/18).

Ketika ditanya apakah dirinya mengetahui tentang penyimpanan sejumlah uang milik PDAM dari tahun 2014 hingga puluhan Miliar, di beberapa Bank, dirinya menjawab tidak mengetahui hal itu saat dirinya menjabat.

“Saya tidak tau dan merasa prihatin atas apa yang dilakuka oleh direksi, jika ditemukan ada dugaan korupsinya, harus segera dilaporkan ke pihak yang menangani korupsi,”jawab singkat politisi Demokrat yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Bekasi tersebut. (Red)

banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan