Walau Minta Maaf, Ahok Tetap ‘Dipersalahkan?

Wartawan Penulis oleh: Balas

Jakarta, PostKeadilan – Walau sudah Minta Maaf, ratusan massa dari GP Ansor Jakarta Selatan akan mengeruduk Rumah Lembang yang merupakan posko pemenangan pasangan Basuki Thajaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada Selasa, 7 Februari 2017.

Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan Sulton Mu’minah mengatakan, setelah melakukan musyawarah dengan pengurus GP Ansor Jakarta Selatan beserta 10 PAC, pihaknya menyepakati untuk menggelar aksi unjuk rasa ke Rumah Lembang pada Selasa mendatang.”Aksi ini kami lakukan karena permohonan maaf Ahok yang telah menghardik KH Ma’ruf Amin tidak tulus. Masak kami harus lihat permohonan maaf dia di YouTube,” kata Sulton dilansir SINDOnews, Minggu (4/2) siang.

Sulton menuturkan, Ahok harus menyampaikan permohonan maaf langsung terkait ucapan yang menyudutkan KH Ma’ruf Amin melalui media televisi bukan di YouTube.”Kami akan kerahkan 500 anggota GP Ansor untuk menggeruduk Rumah Lembang agar Ahok meminta maaf langsung melalui media televisi,” tuturnya.

Menurut Sulton, sejumlah anggota GP Ansor dari Tangerang, Banten, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara pun telah bersedia ikut ambil bagian dalam aksi tersebut.”Kalau teman-teman lain mau bergabung dengan kami silakan. Yang jelas, Selasa besok kami yang punya hajat menggelar aksi tersebut,” ucapnya.
Sehari sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir Ahok yang terpaksa meminta maaf kepada Rais Aam Pengurus Besar Nadlhatul Ulama KH Ma’ruf Amin. “Seorang pemimpin itu jangan terpaksa terlalu sering minta maaf, karena terlalu sering minta maaf berarti membikin kesalahan,” kata Kalla, Jumat (3/2), di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Kalla mengatakan seorang pemimpin yang terlalu sering meminta maaf menjadi indikasi bahwa dia sering melakukan kesalahan berulang. “Kenapa pemimpin membikin kesalahan yang sama?”
Ahok terpaksa meminta maaf kepada Ma’ruf setelah warga NU berang atas sikap Ahok yang dianggap melecehkan Ma’ruf dalam persidangan Selasa lalu, 31 Januari 2017. Ahok mengatakan Ma’ruf berbohong karena menyangkal ada telepon dari SBY. Ahok dan kuasa hukumnya bahkan mengancam akan melaporkan Ma’ruf ke polisi dan akan membeberkan bukti adanya hubungan telepon untuk mempermalukan Ma’ruf.
Kalla mengatakan Ahok telah berulang kali terpaksa meminta maaf. Sebelumnya, Ahok terpaksa meminta maaf atas ucapannya yang dianggap menista agama terkait dengan Surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka. “Dengan kejadian kemarin (dengan Ma’ruf), coba sudah beberapa kali Ahok terpaksa minta maaf? Berarti dia tidak hati-hati sehingga bisa buat kesalahan.”

Wakil Presiden mengatakan, sebagai pemimpin, Ahok tidak pantas berbuat kesalahan yang sama sehingga harus terpaksa meminta maaf. “Jangan seperti itulah, pemimpin kita ini,” ujar dia.

Kalla menasihati jika pejabat publik harus meminta maaf kepada publik, mungkin bisa satu kali dalam beberapa tahun. “Jangan setiap bulan minta maaf kepada publik (untuk) hal yang sama.”

Menurut Kalla, sikap Ahok pasti akan berpengaruh pada elektabilitasnya dalam pemilihan Gubernur DKI. “Apa yang terjadi di pengadilan akan berakibat kepada keterpilihan. Pasti ada akibatnya,” kata Kalla. Sebab, yang terjadi di pengadilan pada kasus Ahok akan menjadi penilaian masyarakat.
Sementara itu, Ahokers mengaku salut dengan kesatriaan Ahok. “Beliau (Ahok) itu seorang pemimpin yang miliki jiwa Satria. Dia (Ahok) mau minta maaf hanya demi mencegah keributan kembali terjadi dengan melibatkan tokoh-tokoh agama,” ujar Indra kepada awak media ini di Silang Monas Jakarta, Minggu (5/2) pagi.
Senada itu, Tety, penduduk berKTP (Kartu Tanda Penduduk) Jakarta ini sebut Ahok sudah benar. “Ahok minta maaf, belum tentu salah. Ahok lakukan itu untuk kedamaian. Jika mau, biar saja penegak hukum usut dan ungkap kebenaran apa benar pembicaraan pak Ma’ruf dan SBY demikian.?” ucapnya.
“Lagian, pak Ma’ruf sendiri sudah memaafkan. Ngapain juga yang lain pada heboh. Kayak kurang kerjaan aja,” pungkas Tety. R0-1/BS

banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Walau Minta Maaf, Ahok Tetap ‘Dipersalahkan?