Wartawan Dikeroyok, GIBAS Siap Bantu Polisi Tangkap Pelaku

Wartawan Penulis oleh: Balas

Bekasi, PostKeadilan – Terkait pengeroyokan yang dialami wartawan, Simare panggilan akrab K.I. Simaremare di House Music (HM) New Unggul Club (NUC) di Jalan Inspeksi Kali Malang Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten, Minggu (31/12/2017) subuh, Ormas GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) siap turun tangan.

Hal tersebut diutarakan calon Ketua GIBAS Resort Kab, Bekasi, Taman SW ketika mendampingi Simare dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di Kantor Polisi Sektor (Polsek) Tambun, Selasa (2/1/2018) siang.

“Dalam penegakan hukum, semua kita serahkan kepada Kepolisian. Namun untuk mencari pelaku, kita siap bantu dan menyerahkan ke Polsek. Namanya pelaku kejahatan ya kita tangkap kita serahkan ke Polisi,” ujar Taman bersama anggota GIBAS, Yani, Buyung, Nofendi, Panjul, Bambang dan yang lainnya kepada awak media ini.

“Simare itu orang GIBAS. Kami sebagai sesama GIBAS, jelas tidak terima teman kami di GIBAS diberlakukan (dikeroyok) begitu. Bagaimana kalau kami berbuat demikian, kami serang itu kafe NUC, kan tidak terima. Maka kami serahkan penegakan hukum para pelaku ke Polisi,” beber dia.

 

Lanjut Taman, GIBAS Cinta Damai. GIBAS tidak mau mengganggu tapi jangan diganggu. Beliau berharap para pelaku yang ikut terlibat lakukan penganiayaan terhadap Simare agar segera menyerahkan diri. “Saya harap mereka (para pelaku) gantleman mengaku dan menyerahkan diri. Jangan coba-coba menghindar, kami siap cari mereka,” pungkas Taman.

Ditempat yang sama, Kapolsek Tambun Kompol Bobby Kusumawardhana,SH,SIK,MSI, melalui Wakapolsek, AKP Hery mengapresiasi pernyataan Taman. “Terimakasih atas kepercayaan GIBAS dalam penanganan kasus pengeroyokan ini. Ini baru proses pemeriksaan. Beri kami waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Hery ke sejumlah anggota GIBAS ada di ruang tamu lantai 2 Kantor Polsek Tambun.

Sementara itu, menanggapi kejadian diatas, Ketua Umum MAPAN (Masyarakat Peduli Anti Narkoba) PSF Parulian H berharap keseriusan pihak Kepolisian mengungkap para pelaku. “Itu pelaku-pelaku saya kira sudah pada makai Narkoba. Kenapa mereka (pelaku) marah ketika di foto. Terlalu sensitive, marah begitu kan dampak jika memakai narkoba. Ya Polisi propesionallah mengungkap itu semua,” sebut Parulian.

“Kami sudah membentuk Tim Investigasi. Dan kami juga akan segera buat surat, minta BNN Pusat agar lebih galak lagi melakukan rajia di semua tempat-tempat hiburan malam kabupaten Bekasi, khususnya di NUC itu. Yang katanya NUC itu kebal hukum,” tukas dia.

Senada itu, LSM JEKO (Jendela Komunikasi) melalui Sekjend Dedi Rahmadi via WA berharap kejadian ini menjadi warning bagi Dinas Pariwisata dan Satpol PP akan efek domino terkait penegakan Perda No. 3 Tahun 2016, sejauh ini masih mengambang. Kami juga meminta pihak Kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini hingga tegaknya hukum preventif akan tindak arogansi keamanan tempat hiburan malam.

Sedemikian respon Delon Sitorus, Ketua GPPM (Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa) GIBAS Kab. Bekasi, gerah saat mengetahui kejadian. “Itulah akibat dari lambatnya, ketidaktegasan para penegak hukum dalam penegakan Perda Tempat Hiburan Malam. Apalagi saya dengar-dengar banyak pelajar dan mahasiswa masuk ke tempat dugem NUC itu. Bisa bahaya masa depan generasi muda yang ada di Bekasi ini,” tuding Delon di Tambun, Selasa (2/1/2017) malam.

“Semoga dengan adanya kasus penganiayaan wartawan ini, penegakan hukum yang berkaitan dengan hiburan malam semakin tegas dan jelas. Biar efek jera nya tampak, semua demi masa depan kita juga,” tutupnya. (Herman/R0-1)

banner 468x60 banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.