Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiHeadline News

Ketua RJN : Pj. Bupati Bekasi Menghadapi Tantangan Kali Sadang Tercemar Limbah

238
×

Ketua RJN : Pj. Bupati Bekasi Menghadapi Tantangan Kali Sadang Tercemar Limbah

Sebarkan artikel ini

Bekasi – Postkeadilan. Terkait keluhan dari Warga Masyarakat RT.03 / RW.011, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung,  Kabupaten Bekasi, telah terjadi kedua Kali nya Air Kali Sadang tercemar Limbah B-3 dan Berbau, maka Kepala Desa Wanajaya Nurdin Cholik (Barok) mengatakan, mengecam Perusahan yang membuang Limbah B- 3 tidak Manusiawi, sehingga Kali Sadang tercemar oleh Limbah Cair B-3 yang berbau dan berwarna Merah kadang kala Hitam dan Putih Kecoklatan disertai Bau yang sangat menyengat,” kata Nurdin Cholik.

Baca Juga :  Ketua DPC GAMKI dairi Desak Agar Kepolisian Segera Membebaskan 34 Warga Parbuluan Karna Mereka Bukan Kriminal, tapi Pejuang Lingkungan

Nurdin Cholik Kepala Desa Wanajaya menegaskan, bahwa Saya mengecam Perusahan yang membuang Limbah B-3 ke Kali Sadang, Saya minta jangan sampai ada warga Kami yang korban jiwa akibat ulah Perusahaan yang Nakal, Saya atas nama Kepala Desa beserta Masyarakat mengutuk keras dan mengecam pihak Perusahan yang membuang Limbah B-3 sembarangan dan “Tidak Manusiawi” karena tidak memikirkan dampak kepada warga sekitar,” tegas Nurdin.

Baca Juga :  Kejari Lahat Beri Sinyal Antesi Terkait BIntek Kades Ke Batam dan Singapura Bakal dibidik

Terjadinya Limbah B-3 yang tercemar di Kali Sadang tersebut berkat pengaduan laporan dari warga Masyarakat RT.03 / RW.011 Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, maka Saya mengharapkan agar Dinas Lingkungan Hidup (LH ) Kabupaten Bekasi dapat segera melakukan pengecekan dan mencari muara arus aliran Limbah B-3 tersebut,” ungkap Nurdin Cholik.

Baca Juga :  Akibat Limbah Pabrik Kali Cilemah Abang Tercemar, Elemen Masyarakat Kecam LH dan PJT II Kab Bekasi

Eman Suleman Plt.Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mengatakan melalui WhatsApp, bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kejadian tersebut, karena Kami masih menunggu laporan dari hasil penelitian secara rinci dari Bidang Gakum,” kata Eman Suleman, (29/5/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses