LANGKAT — POSTKEADILAN. Semangat kebersamaan dan solidaritas pekerja terlihat dalam sebuah pertemuan Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) yang berlangsung di Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum KSBSI, Bapak Ramlan Sinaga, bersama sejumlah pengurus dan anggota serikat buruh. Pertemuan berlangsung dalam suasana sederhana, namun sarat dengan pesan mengenai pentingnya persatuan, komunikasi dan perjuangan bersama dalam membangun kehidupan ketenagakerjaan yang lebih baik.
Dari dokumentasi kegiatan terlihat para peserta mengenakan atribut organisasi dan melakukan foto bersama di bawah spanduk SBSI yang bertuliskan “Membangun Peradaban Buruh Menuju Indonesia Emas.” Kehadiran para pengurus dan anggota dari berbagai unsur menunjukkan bahwa organisasi buruh tidak hanya menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan pekerja, tetapi juga menjadi wadah membangun solidaritas dan kebersamaan.
Kehadiran Ramlan Sinaga dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pimpinan organisasi dengan jajaran serta anggota di daerah. Dalam konteks ketenagakerjaan, komunikasi yang terbuka dinilai penting agar berbagai persoalan buruh dapat dibahas secara konstruktif dan tidak semata-mata diselesaikan melalui pendekatan konfrontatif.
Semangat perjuangan buruh, pada prinsipnya, tidak dapat dilepaskan dari penghormatan terhadap hak dan kewajiban. Pekerja membutuhkan perlindungan dan kepastian atas hak-haknya, sementara hubungan industrial juga membutuhkan dialog, tanggung jawab serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Pertemuan di Karang Rejo tersebut juga menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi buruh tidak hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi dari kemampuan membangun persatuan, menyampaikan aspirasi secara bermartabat dan menghadirkan solusi bagi persoalan pekerja.
Dengan mengusung semangat “Membangun Peradaban Buruh Menuju Indonesia Emas,” kegiatan SBSI di Desa Karang Rejo diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan organisasi dan peningkatan kualitas perjuangan kaum buruh di Kabupaten Langkat.
Kebersamaan, dialog dan solidaritas menjadi modal penting agar perjuangan buruh tetap berada pada jalur yang bermartabat, konstitusional dan berpihak pada terciptanya hubungan industrial yang adil.
(Hafizd dan tim )













