Kota Bekasi, PostKeadilan – Polres Metro Bekasi Kota meluruskan informasi yang beredar dan membantah adanya keterlibatan Kasat Intelkam dengan Presiden Mahasiswa (Presma), Fathir, panggilan akrab M. Fathir Al Hudaya yang tidak wajar.
Seperti diketahui, tersebar kabar Fathir mencatut nama Kasat Intelkam Polres Metro Bekasi, Kompol Rusit Malaka, S.H, M.H, yang berkomunikasi dengan dirinya.
Menurut Fathir, ia dihubungi Rusit, diminta mempersiapkan Mahasiswa untuk menghadiri acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI Jakarta pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2026.
Namun berdasarkan konfirmasi ke Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, S.I.K.., menegaskan tidak ada mahasiswa dari Kota Bekasi yang hadir di acara.
“Faktanya memang tidak ada mahasiswa dari Kota Bekasi di acara tersebut,” jawab Putu kepada Wartawan lewat pesan WhatsApp, Selasa (3/11/2026).
Kapolres Melati tiga itu juga membantah informasi adanya keterlibatan anggotanya dalam pengerahan Mahasiswa dengan janji Rp250 ribu per mahasiswa seperti keterangan yang disampaikan Fathir.
“Tidak benar itu. Kami tidak pernah melakukan hal demikian. Dan realitanya, tidak pernah ada mahasiswa dari Kota Bekasi ke Bundaran HI buat acara tersebut,” beber Putu.
Ditempat terpisah, Kasat Intelkam, Rusit sangat menyayangkan namanya dicatut.
Senada dengan Kapolres, Rusit memastikan bahwa giat Mahasiswa di Bundaran HI Kamis (29/10/2026) lalu murni dari Mahasiswa Jakarta.
“Tidak ada pergerakan Mahasiswa dari Bekasi pada Kamis itu. Kalau ada Aksi, kan harus ada surat permohonan atau pemberitahuan ke kami,” jelas Rusit di Ruang Kerjanya, Selasa (3/11/2026) siang.
Dan pesan dari Kapolres: “Semoga publik dapat jernih menerima informasi dari media”.
(Tim Redaksi)











