Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BatanghariHeadline News

Bupati Batanghari Evaluasi Identifikasi Masalah Pelayanan Kesehatan

507
×

Bupati Batanghari Evaluasi Identifikasi Masalah Pelayanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Post keadilan.- Batanghari- Usai merombak jabatan pada beberapa waktu lalu terutama bagian Kesehatan, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief (MFA) laksanakan Rapat Evaluasi Identifikasi Masalah, di Serambi (Pendopo) Rumah Dinas Bupati Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Jum’at malam (01/04/2022).

Pantauan Post keadilan.com di tempat kegiatan, Bupati MFA membuka ruang untuk keluhan para pelayan kesehatan, adapun yang menghadiri yakni Asisten I Setda Batanghari M. Rifai, Plt. Asisten III Setda Batanghari Asri Yonalsyah, Kepala Dinas Kesehatan Elfi Yennie beserta bawahan, Direktur RSUD Hamba Hermina dan Bawahan, seluruh Kepala Puskesmas (PKM) se-Kabupaten Batanghari.

Baca Juga :  KPU kabupaten Pakpak Bharat gelar Sosialisasi pelaksanaan Regulasi Kampanye dan Pelaporan Dana Kampanye

Dalam acara tersebut beberapa Kepala Puskesmas memaparkan hasil dari waktu evaluasi yang diberikan oleh Bupati Batanghari.

Berbagai macam keluhan yang disampaikan yakni terkait sarana dan prasarana penunjang di PKM seperti Mobil Ambulan, Kekurangan Pegawai, Kekurangan Obat-obatan, masalah rujukan BPJS, serta layanan lainnya.

Baca Juga :  Ketua LSM Mitra Kabupaten Bogor meminta APH Tindak Pemdes Cibadak Kecamatan Sukamakmur

Disampaikan Bupati MFA terkait kurangnya Pegawai di beberapa Fasilitas Kesehatan dan tempat lainnya bahwa, dipastikan tidak ada pembayaran tenaga Honorer pada bulan Januari 2022.

“Selain sopir, jaga malam, pramusaji, cleaning service, kalau ada yang membayar Januari pasti jadi temuan. Saya dapat protes juga dari PKM pasar Tembesi, ‘kami sudah kerja dari Januari’, yang suruh kerja siapa? Yang suruh kerja yang tanggung jawab, karena dulu kita kasih kesempatan kepada Dinas Kesehatan untuk menghitung PTT yang dibutuhkan sesuai kebutuhan,” sebut Bupati MFA.

Baca Juga :  SMAN 1 Paranginan Gelar Rapat Penyusunan RKAS Penggunaan Dana BOS 2023

“Tapi tidak mampu, mengatakan semua butuhlah tapi tidak masuk akal. Akhirnya kita pakai pola ini, pola stop, baru teriak. Kita memang menunggu teriakan. Termasuk di Rumah Sakit, kita suruh hitung tidak dihitung alasannya cukup semua tidak mungkin profesional pasti ada kurang dan lebih,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses