Humbahas-Postkeadilan. Dalam tiga minggu terakhir, harga beras di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini memicu keresahan warga, terutama di Desa Sigalogo, yang kini harus membeli beras dengan harga jauh di atas normal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras di Desa Sigalogo telah mencapai Rp320.000 per kaleng atau sekitar 12 kilogram. Kenaikan drastis ini sangat memberatkan masyarakat, khususnya keluarga dengan jumlah anggota yang besar.
“Sekarang kami sudah sangat kesulitan. Harga beras naik, sementara penghasilan tidak bertambah. Kami berharap pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat, segera turun tangan,” ujar salah seorang warga kepada media Post Keadilan Selasa (31/12/2025).
Warga menilai, lonjakan harga beras pascabencana tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena beras merupakan kebutuhan pokok utama. Mereka khawatir, jika tidak ada intervensi pemerintah, kondisi ekonomi masyarakat kecil akan semakin terpuruk.
Sementara itu, Kepala Desa Sigalogo, Arifin Tua Purba, membenarkan adanya kenaikan harga beras di wilayahnya. Menurutnya, dampak banjir dan tanah longsor telah merusak lahan persawahan warga, sehingga produksi padi diperkirakan akan terganggu hingga tujuh bulan ke depan.
“Memang benar, akibat kerusakan lahan pertanian, ke depan harga beras berpotensi terus naik. Kami berharap dinas terkait segera turun tangan untuk mengendalikan harga, salah satunya dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya di desa-desa terdampak bencana di Humbang Hasundutan,” jelas Arifin.
Ia juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait, baik melalui operasi pasar, bantuan beras, maupun kebijakan stabilisasi harga, agar masyarakat tidak semakin terbebani.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga beras di wilayah terdampak bencana. Mereka berharap solusi cepat dan tepat dapat segera diwujudkan demi menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi masyarakat Humbang Hasundutan.













