Dairi, PostKeadilan – Pasca kerusuhan yang terjadi di depan Mako Polres Dairi, pada hari Rabu (12/11/2025), dari 33 orang pendemo, yakni warga Desa Parbuluan 6, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi yang diamankan, 19 orang akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing, Jumat (14/11/2025).
Pemulangan ini dibenarkan Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan melalui Kanit Humas Polres Dairi, Ringkon Manik, Minggu (16/11/2025) sore.
“Benar, 19 orang sudah dipulangkan. Untuk 14 orang lagi masih tetap kita tahan karena berdasarkan pemeriksaan dan cukup bukti oleh penyidik, para terduga pelaku kerusuhan sudah ditetapkan tersangka,” jelas Ringkon.
Sebelumnya, awal media dikirim seorang ibu inisiatif NL, mengaku warga yang ikut aksi demo, mengenai video rekaman kejadian kerusuhan yang diposting di media sosial Facebook (FB) Reels akun milik Parlindungan Parluhutan Naibaho.
Dalam video rekaman, terlihat beberapa orang ditangkap dan digiring langsung ke Mako Polres Dairi.
Cerita NL, warga yang tergabung dalam PETABAL (Pejuang Tani Bersama Alam) lakukan aksi protes karena Ketua mereka, Pangihutan Sijabat dijemput paksa pada Rabu (12/11/2025) pagi.
“Dia (Ketua PETABAL) ditangkap atas laporan kasus pengrusakan di PT GRUTI (Gunung Raya Utama Timber Industries). Kami (PETABAL) marah ke GRUTI karena perambahan hutan, mengakibatkan debit air menurun drastis. Kayu, pohon-pohon yang ditebang di PT itu emang kami bakar. Habis kami kesal, air biasanya lancar, jadi susah,” ungkap NL diujung telepon selulernya, Sabtu (15/11/2025) malam.
Dikonfirmasi kepada Ringkon mengenai Video rekaman warga tersebut, ia menjelaskan karena warga pendemo berlaku arogan.
“Disaat pak Kapolres menyampaikan penjelasan tentang penangkapan Pangihutan Sijabat, sejumlah warga pendemo menyerang pak Kapolres. Nanti saya kirim rekaman videonya,” beber Ringkon.
Pada Video rekaman yang dikirim Ringkon, terlihat Kapolres Otniel Siahaan menemui warga pendemo dan menjelaskan mengapa Pangihutan Sijabat ditangkap.
“Kami sudah berkirim surat pemanggilan kepada saudara Pangihutan Sijabat beberapa kali, namun beliau tidak datang alias mangkir. Sesuai aturan hukum, kami lakukan penjemputan. Masih sebagai terperiksa, kita periksa dulu,” terang Kapolres.
Usai Kapolres menyampaikan keterangan demikian, tiba-tiba warga pendemo yang berada di depan Kapolres tidak terima dan langsung menyerang Kapolres.
Dalam video rekaman, orang nomor satu di Polres Dairi itu tampak nyaris diamuk massa.
“Spontan anggota bergerak, bertindak secara terukur, langsung mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai pelaku dan provokator,” ucap Ringkon.
“Anggota banyak yang terluka akibat lemparan baru dari pendemo. Kini dalam perawatan intensif,” sambungnya.
Mengenai aktivitas pemerintahan desa Parbulan 6 yang sebelumnya dipindahkan ke Kantor Camat Parbuluan, Ringkon menjelaskan sudah kembali normal.
Penelusuran dari berbagai sumber, Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, mengadakan rapat yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, perwakilan Dandim 0206/Dairi, Kasi Intel Kejari, Wakil Ketua DPRD Wanseptember Situmorang, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama, membahas permasalahan warga demikian.
Dalam pertemuan hari Kamis (13/11/2025), Wahyu mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan taat aturan dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami dari pemerintah tak tinggal diam, pertemuan ini adalah langkah kita mencari solusi terbaik. Kami juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi,” tuturnya.
Wakil Bupati menekankan agar warga masyarakat tidak termakan isu yang dapat merugikan.
Demikian Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, yang selamat dari amuk massa ini mengajak semua pihak yang berkonflik untuk kembali bersatu dan mengedepankan kearifan lokal. (Simare)













