Bekasi, PostKeadilan – Ramai dibicarakan dikalangan guru-guru SMA tentang pernyataan ‘menohok’ dari Ketua MGBK SMA Kota Bekasi, Misludin, S.Pd di suatu media, Misludin kaget dan membantahnya.
Tangkapan layar Instragram akun @radar_bekasi “Ketua MGBK SMA Tolak Rencana KDM Tempatkan Psikolog di Sekolah’ sedemikian membuat Misludin meradang.
“Tidak benar itu, saya tidak pernah buat pernyataan itu,” tukasnya pada surat klarifikasi, Rabu (14/8/2025).
Dikutip dari @radar_bekasi: ‘Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Kota Bekasi, Misludin, menolak rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau KDM untuk menempatkan psikolog di sekolah sebagai upaya menangani kenakalan remaja’.
Dan: ‘Menurutnya, guru BK selama ini telah memiliki peran penting dalam mendampingi siswa, baik dalam hal konseling, pembinaan karakter, hingga penanganan masalah psikososial. Kehadiran psikolog di sekolah tanpa pembagian tugas yang jelas justru akan menimbulkan kebingungan’.
“Itu tak benar. Saya akan membuat klarifikasi resmi,” kata Misludin.
Demikian klarifikasi Ketua MGBK SMA Kota Bekasi, Misludin:
SURAT KLARIFIKASI
Dengan ini saya menyampaikan klarifikasi tentang pemberiitaan di Media Radar Bekasi tentang “Penempatan Psikolog Dinilai Belum Diperlukan”. Bahwa saya tidak sedikitpun bermaksud menolak Program Psikolog masuk sekolah.
Justru sebaliknya kami berterima kasih dengan rencana pemerintah jika psikolog bisa berkolaborasi dengan Guru BK, sehingga kami bisa bekerjasama dengan Psikolog dikarenakan ketidaktahuan kami tentang program pemerintah, belum jelasnya teknis dan pelaksanaanya sehingga ada kekhawatiran terjadi salah persepsi dalam pemikiran kami dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah.
Bahkan sampai saat ini pun kami selalu bekerjasama dengan Psikolog ketika ada siswa siswi disekolah yang mengalami masalah yang bukan menjadi wewenang Guru BK yaitu dengan Program Layanan Referal atau rujukan.
Untuk Itu saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar besarnya atas pernyataan saya di postingan media tersebut sehingga terjadi kegaduhan dan kesalahpahaman.
Sekali lagi saya mohon maaf atas kehilafan dan kesalah pahaman ini, semoga dengan pernyataan ini semua menjadi clier dan terang benderang adanya.
“Demikian klarifikasi ini saya sampaikan atas segala perhatiannya saya ucapkan terimakasih,” tutup Misludin. (George/Simare)













