PAKPAK- BHARAT-POSTKEADILAN. Operasi pencarian mobil yang mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STU Jehe, resmi dihentikan sementara setelah tujuh hari pencarian intensif tanpa hasil. Meski demikian, pemantauan di lokasi kejadian perkara (TKP) dan sekitarnya akan tetap dilanjutkan secara berkelanjutan. Rabu, (8/4/2026).
Mobil jenis Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP yang dikemudikan oleh Rudi Simanjuntak, bersama istrinya Risma Tumangger sebagai penumpang, dilaporkan mengalami kecelakaan pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Kendaraan tersebut diduga terjun ke jurang dan masuk ke aliran Sungai Lae Kombih.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sukaramai AKP Sukanto Berutu, S.H., menyampaikan bahwa penghentian sementara operasi pencarian dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai faktor teknis dan keselamatan tim di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan keluarga korban, unsur Basarnas Provinsi Sumatera Utara, BPBD, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.
“Upaya pencarian telah kami lakukan secara maksimal selama tujuh hari bersama Basarnas, BPBD, dan masyarakat. Namun hingga saat ini, kedua korban belum berhasil ditemukan,” ujar AKP Sukanto Berutu.
Danru Basarnas Provinsi Sumatera Utara, Romy Ersa, menambahkan bahwa kondisi medan yang ekstrem menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Lokasi jatuhnya kendaraan berada di jurang curam dengan aliran sungai yang deras, terutama saat curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat secara signifikan.
“Medan yang berat serta arus sungai yang kuat sangat menyulitkan tim dalam melakukan pencarian. Namun apabila ada perkembangan atau penambahan waktu operasi, kami siap kembali turun ke lokasi,” jelasnya.
Meskipun operasi pencarian resmi dihentikan, aparat gabungan tetap akan melakukan pemantauan secara intensif di sekitar TKP dengan melibatkan masyarakat setempat dan pihak terkait lainnya. Koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan ditemukannya korban di waktu mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar kedua korban segera ditemukan.
“Mari kita bersama-sama berdoa agar usaha ini membuahkan hasil dan korban dapat segera ditemukan,” imbuh Kapolsek.
Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk Polres Pakpak Bharat, Basarnas Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Pakpak Bharat, BPBD Subulussalam, komunitas arung jeram Sikelang, serta masyarakat yang telah memberikan bantuan secara maksimal.
Keluarga juga berharap agar upaya pencarian tetap dapat dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan.
(Sumber: Ps. Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo/Red).













