Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bekasi, Yanyan Akhmad Kurnia, yang mewakili Bupati Bekasi. Ia mengapresiasi penyelenggaraan HPN yang sukses meski tanpa bantuan anggaran dari Pemkab Bekasi, dan menyebutnya sebagai langkah besar untuk memperkuat silaturahmi antar insan media.
“Kami akan berupaya mengalokasikan anggaran di tahun depan agar perayaan HPN bisa lebih meriah lagi. Semoga insan media semakin maju, berkualitas, dan mampu memberikan informasi yang membangun untuk masyarakat,” ungkap Yanyan.
Ketua PWI Bekasi Raya, mewakili seluruh organisasi wartawan yang tergabung, berharap semangat persatuan dan integritas ini terus dijaga oleh para jurnalis.
“HPN Bekasi Raya 2025 bukan hanya berlangsung meriah, tapi juga menjadi momentum penyatuan jurnalis Kota dan Kabupaten Bekasi serta peneguhan nilai profesionalisme dalam dunia pers,” ujarnya.
Sedemikian Ketua Panitia HPN 2025 Bekasi Raya, Suryono S.T, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi atas dukungan yang diberikan. Dia juga menegaskan komitmen insan pers untuk terus berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap mendukung pembangunan daerah melalui peran pers yang kritis dan konstruktif,” tutup Suryono.
Pada saat Diskusi tanya jawab dengan moderator Cupang dan narasumber Dr. Aat Surya Safaat, Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI (2023 –
Sekarang) dan Wakil Rektor UNISMA, Harun Arasyid, terjadi komunikasi interaktif antara narasumber dan para wartawan yang begitu menginginkan adanya kepedulian dan perlindungan dari Dewan Pers terhadap para wartawan bilamana dihadapkan dengan hukum.
“Persoalan pemberitaan, sudah ada MOU antara Dewan Pers dengan Kapolri dan Jaksa Agung. Sengketa Pers diselesaikan di Dewan Pers,” beber Aat.
(Red)













