Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsToba

Toba Pulp Lestari Dukung Program Budidaya Lalat

551
×

Toba Pulp Lestari Dukung Program Budidaya Lalat

Sebarkan artikel ini

Setelah lalat BSF bertelur di tumpukan kayu yang sudah di sediakan, telur BSF selanjutnya akan di pindahkan ke media dedak sebelum menetas yang biasanya 4 sampai 5 hari, setelah menetas dipindahkan ke media sampah organik basah, setelah 15 hari barulah magot tersebut bisa dipanen. Magot disebut juga pre-pupa yang perkembangbiakannya hanya 14 hari sebelum menjadi lalat, setelah bertelur lalat tersebut mati.

Baca Juga :  Pengurus BPH Yayasan Yosafat Indonesia Hadiri Wisuda Angkatan Ke-18 STT Khataros Indonesia Bekasi

“Saat ini bisa menghasilkan magot lebih kurang 30 kilogram perhari dan saat hanya kami pakai untuk pakan ternak pribadi, beberapa tetangga sekitar ada juga yang membeli seharga Rp 15.000 per kilogramnya,” Kata Kurniara yang merupakan istri dari Johan manik yang nuga merupakan karyawan PT TPL. (03/9/2020)

Baca Juga :  Pengacara Suratin Polsek, Kenapa Kasus Pembunuhan 'Lambat Penanganan?

Kurniara simanjuntak mengucapkan terima kasih atas bantuan perlengkapan budidaya lalat BSF (ember) yang di berikan oleh PT TPL, dengan bantuan tersebut telah membantu usaha budidaya lalat BSFnya.

“ Budidaya ini terhitung baru dikenal di area ini. TPL sebagai perusahaan dengan komitmennya terhadap masyarakat akan mendukung dan mendorong program-program sejenis yang nantinya diharapkan dapat menjadi program perintis bagi masyarakat yang lebih luas di area ini.” Ungkap Ramida CD/CSR Manager PT TPL. (03/9/2020) (Romauli Sibuea) Editor Fauzy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses