Binjai, Langkat post keadilan – Hampir dua bulan pasca kebakaran rumah warga di Dusun Tanjung Bingei, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, laporan masyarakat yang telah disampaikan ke Polres Binjai dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Sabtu (7/3/2026), warga mengaku masih menunggu kejelasan proses hukum atas peristiwa tersebut.
Peristiwa dugaan pembakaran rumah yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum preman itu hingga kini masih menyisakan trauma mendalam bagi para korban. Selain mengalami kerugian materiil, warga juga mengaku hidup dalam tekanan serta rasa tidak aman.
Salah satu korban, Maja Sitepu alias Kobra, mengaku kecewa atas lambannya penanganan laporan yang telah mereka sampaikan kepada pihak kepolisian. Ia berharap aparat penegak hukum (APH) segera memberikan kepastian hukum serta perlindungan kepada dirinya dan keluarga.
Kepada awak media, Maja Sitepu menuturkan bahwa dirinya bersama keluarga terpaksa mengungsi dari Dusun Tanjung Bingei ke Desa Namukur Utara karena merasa keselamatan mereka terancam.
“Kami masih trauma untuk kembali ke Tanjung Bingei. Preman-preman di sana sangat meresahkan, dan kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keluarga kami,” ujarnya.
Maja juga mengungkapkan bahwa sebelum maupun setelah peristiwa kebakaran tersebut, dirinya mengaku mendapatkan intimidasi dari sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan perlindungan hukum agar keluarganya bisa kembali beraktivitas secara normal dan aman.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat (1), setiap orang berhak atas perlindungan hukum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, keresahan tidak hanya dirasakan oleh keluarga Maja Sitepu. Sejumlah warga lainnya juga mengaku mengalami hal serupa. Bahkan beberapa rumah warga dilaporkan turut terbakar dalam insiden tersebut.
Warga menduga aksi tersebut dilakukan oleh kelompok preman yang selama ini disebut-sebut meresahkan masyarakat setempat.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Binjai melalui sambungan telepon WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Masyarakat Desa Mekar Jaya berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Warga juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam dugaan pembakaran dan intimidasi tersebut, agar masyarakat dapat kembali tinggal di Dusun Tanjung Bingei dengan rasa aman tanpa dihantui ketakutan.
bersambung……













