Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiHeadline News

NCW Soroti Kekacauan Awal SPMB Sekolah Maung: Sistem Diduga Belum Siap, Masyarakat Jadi Kebingungan

×

NCW Soroti Kekacauan Awal SPMB Sekolah Maung: Sistem Diduga Belum Siap, Masyarakat Jadi Kebingungan

Sebarkan artikel ini

Bekasi, PostKeadilan – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung (Maung) yang dijadwalkan hari Senin (25/5/2026) pagi dibuka, namun pengalami kendala.

Banyak warga masyarakat ingin mengakses masuk ke website Sekolah Maung melalui username dan password, tapi tidak dapat masuk.

“Bagaimana pak, kok kami tidak bisa masuk login ke website Sekolah Maung?,” ujar para orang tua dan calon murid senada, Senin (25/5/2026) pagi.

Demikian Ketua Nasional Coruption Watch (NCW) Bekasi Raya, Herman PS, S.Pd menyampaikan aduan masyarakat tentang persoalan yang sama.

“Mau tanya. Akun reguler tidak bisa dipakai masuk Maung ya.?. Soalnya banyak warga yang hubungi kami terkait masalah itu,” ujar Herman melalui chat WhatsApp (WA) kepada PostKeadilan.

Awak media pun coba konfirmasi Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Rojali. Yang mana ia (Rojali) salah satu penyaji acara kick off sosialisasi SPMB ke seluruh Kepala Sekolah dan para Ketua Panitia serta operator SPMB Sekolah, Minggu lalu.

“Sedang isi hotline SPMB provinsi Jawa Barat,” jawab Rojali.

Coba digali apa maksudnya, hingga berita dilansir, Rojali tidak menjawab.

Kembali ke Ketua NCW, menyoroti ketidak siapan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Pada rilis resminya, Ketua NCW menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama pendaftaran program Sekolah Maung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan dinilai menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.

Program yang digadang-gadang sebagai sekolah unggulan berbasis digital, sebelumnya dinyatakan telah siap diakses secara daring oleh masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan menyebut sistem digital Sekolah Maung telah melalui serangkaian uji coba teknis dan dinyatakan siap digunakan.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi berbeda.

NCW yang menerima berbagai informasi dari calon peserta didik dan orang tua siswa terkait:
• portal yang sulit diakses,
• akun yang tidak dapat digunakan untuk login,
• ketidakjelasan mekanisme pendaftaran,
• hingga adanya arahan dari pihak sekolah agar calon siswa datang langsung ke sekolah tujuan.

Oleh karenanya, NCW menilai kondisi ini menunjukkan adanya indikasi lemahnya kesiapan implementasi program.

“Kalau sistem memang sudah siap dan pendaftaran dilakukan secara online mandiri, lalu mengapa masyarakat justru diarahkan datang ke sekolah tujuan? Ini pertanyaan yang sangat mendasar,” tegas Herman.

Menurut dia (Herman), pernyataan sejumlah pihak sekolah yang menyebut “akun reguler dan akun Maung sama, hanya berbeda website” juga menimbulkan tanda tanya besar. Sebab pada praktiknya, banyak calon siswa mengaku akun reguler tidak dapat digunakan untuk masuk ke portal Sekolah Maung.

Baca Juga :  DPRD Muratara Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Memperingati Ulang Tahun Ke.-6 Kabupaten Muratara.

Padahal berbagai publikasi resmi jelas, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal khusus Sekolah Maung menggunakan akun yang telah didistribusikan sebelumnya kepada siswa.

NCW mengingatkan bahwa ketika sistem online tidak berjalan optimal dan proses mulai bergeser ke mekanisme manual, maka muncul potensi:
• kesalahan input,
• perlakuan tidak adil,
• ketidaktertiban administrasi,
• hingga dugaan akses khusus atau jalur informal.

Situasi tersebut dinilai berbahaya karena menyangkut hak pendidikan masyarakat dan akses masuk sekolah negeri.

Dan NCW pun menyoroti pentingnya transparansi terhadap:
• vendor atau pengembang sistem,
• nilai anggaran digitalisasi,
• proses pengujian sistem,
• serta kesiapan helpdesk dan operator sekolah. Sebab sebelumnya Pemprov Jabar telah menyatakan sistem SPMB Sekolah Maung siap diakses masyarakat dan seluruh proses dilakukan secara daring.

NCW mendesak:
1. Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan penjelasan resmi terkait gangguan sistem;
2. Membuka kanal pengaduan publik yang responsif;
3. Menjelaskan mekanisme sebenarnya terkait penggunaan akun dan proses login;
4. serta memastikan tidak ada calon siswa yang dirugikan akibat persoalan teknis.

“Program pendidikan jangan dipaksakan berjalan sebelum kesiapan sistem benar-benar matang. Jangan sampai program unggulan justru melahirkan kebingungan massal dan ketidakadilan akses pendidikan,” sentilnya.

Tempat terpisah, Plt Kepala SMAN 2 Tambun Selatan yang menjadi Sekolah Maung, Burhanudin, S.Pd., M.M. tidak menampik persoalan.

“Masa (tdk berproses) sih. Yang lain sudah bisa. Kalau tetap ngak bisa ke sekolah saja,” chat Burhanudin, Senin (25/5/2026) siang.

Menyusul jawaban Kepala SMAN 1 Bekasi Kota, Dra. Hj. Mukaromah, M.Pd yang sekolahnya ditetapkan sebagai Sekolah Maung.

“Pagi tadi memang ada kendala, tapi siang ini akun sdh bisa dibuka,” jelasnya. (Simare)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

samuel mafishbar