BEKASI, POSTKEADILAN— Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memberikan klarifikasi terkait beredarnya rekaman kamera pengawas atau CCTV yang menjadi perhatian publik di media sosial pada Kamis, 3 September 2026.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya rekaman CCTV yang kemudian dikaitkan dengan sosok Kepala Desa Lambangsari. Dalam video klarifikasi yang diterima PostKeadilan, kepala desa memberikan penjelasan mengenai rekaman yang beredar serta dampaknya terhadap dirinya dan keluarga.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diketahui dan disikapi bersama keluarga. Ia juga menyinggung adanya informasi yang kemudian berkembang menjadi opini serta dikaitkan dengan persoalan politik.
“Dengan adanya video yang beredar di beberapa media sosial yang beberapa hari lalu, kemudian hari ini harus saya sikapi. Bahwa video yang beredar tidak seperti yang di pikirkan dan tidak dalam konotasi yang negatif, untuk konfirmasi saya sebagai suami dari istri saya, bahwa kegiatan-kegiatan istri saya pun mengetahui setiap langkah istri saya, pasti dia berkordinasi ke-saya. Polisi juga menyampaikan kalau ini tindakan sangat keji.” Ujarnya.
Arif sebagai suami juga akan melaporkan tindakan tersebut ke pihak kepolisian dan akan di tindak lanjuti.
Ia juga menyebut rekaman yang beredar berkaitan dengan kejadian pada 2024, sehingga menurut keterangannya, peristiwa tersebut bukan kejadian baru yang berlangsung pada 2026.
Suami dari Kepala desa tersebut juga menyinggung adanya dugaan pembentukan opini dari penyebaran rekaman yang kemudian ditafsirkan dalam konteks tertentu.
“…kemudian itu dibuat opini, salah-salah tafsir, dengan persoalan politik,” ujarnya di dalam video tersebut.
Sebut Tak Berpengaruh terhadap Kehidupan Rumah Tangga
Dalam klarifikasinya, ia juga menegaskan bahwa persoalan yang berkembang tersebut tidak memengaruhi dirinya dalam menjalankan kehidupan rumah tangga bersama istrinya.
Ia menyatakan tetap melakukan koordinasi dan mengetahui perkembangan persoalan yang muncul akibat beredarnya rekaman tersebut.
“…ini tidak berpengaruh terhadap dia sebagai istri saya,” ujarnya dalam video klarifikasi.
Ia juga menyebut penyebaran rekaman tersebut sebagai bagian dari serangan terhadap dirinya, seraya menyinggung bahwa salah satu bentuknya dilakukan melalui penyebaran rekaman.
Rekaman CCTV dan Informasi yang Beredar
Sebelumnya, rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan dan seorang laki-laki di dalam lift apartemen beredar di media sosial dan memunculkan berbagai dugaan mengenai identitas serta hubungan kedua orang tersebut. Sejumlah pemberitaan pada 3 September 2026 menyebut perempuan dalam rekaman itu diduga merupakan Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti. Namun, sejumlah laporan juga menekankan bahwa identitas, waktu pengambilan rekaman, serta status hubungan kedua sosok tersebut perlu dibedakan antara informasi yang terlihat dalam rekaman dan narasi yang berkembang di media sosial.
Karena itu, informasi mengenai rekaman tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau hubungan tertentu tanpa adanya konfirmasi dan bukti yang memadai.
Klarifikasi yang disampaikan pada 3 September 2026 ini menjadi bagian dari upaya memberikan penjelasan dari pihak yang disebut dalam isu tersebut.
(George)













