Kota Bekasi, PostKeadilan – Bagi sebagian pelajar, polisi mungkin identik dengan seragam dan aturan. Lewat Program Polisi Mengajar, Polres Metro Bekasi Kota ingin menghadirkan wajah yang lebih dekat: polisi sebagai sahabat, pelindung, dan pengayom di lingkungan sekolah.
Gagasan itu mendapat sambutan hangat dari Kepala KCD Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, S.IP., MM. Dalam pembekalan program di Polres Metro Bekasi Kota, ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah punya makna yang lebih dalam daripada sekadar urusan keamanan.
“Program Polisi Mengajar bukan sekadar kegiatan menyampaikan materi di ruang kelas, tetapi merupakan upaya bersama untuk membangun generasi muda yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air,” tuturnya.
Menurut Rina, polisi bisa ikut menanamkan nilai lewat edukasi dan keteladanan. Caranya pun harus tepat sasaran: komunikatif, inspiratif, dan disesuaikan dengan dunia anak-anak sekolah.
Persoalan yang dekat dengan keseharian pelajar menjadi perhatian utama, mulai dari tawuran, bullying, narkoba, kenakalan remaja, dan kekerasan, hingga kebijaksanaan bermedia sosial. Dengan kedekatan yang terbangun, pelajar diharapkan lebih terbuka dan mau mendengar pesan-pesan positif dari para polisi pengajar.
Rina juga mengingatkan bahwa mendidik anak bukan tugas sekolah semata. “Butuh keterlibatan seluruh elemen,” katanya, dari pemerintah, kepolisian, keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha dan industri.
Ke depan, KCD Wilayah III berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif. Tujuan akhirnya adalah melahirkan pelajar Kota Bekasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, cinta damai, dan memiliki semangat kebangsaan.
(RED)













