LANGKAT – Media Post Keadilan. Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Keluarga Besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Langkat. Sekolah yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Rombongan guru-guru MIN 15 Langkat bersama Kepala Sekolah bertolak dari Stabat pada Kamis pagi, 18 Desember 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Dengan semangat kebersamaan, rombongan membawa berbagai bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan ibadah untuk disalurkan langsung kepada warga terdampak banjir.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi minyak goreng, gula, beras, telur, air mineral, roti, mukena, sajadah, sarung, pakaian layak pakai, obat-obatan, serta satu unit mesin air untuk membantu kebutuhan warga pascabanjir.
Keluarga Besar MIN 15 Langkat tiba di lokasi bencana banjir Aceh Tamiang sekitar pukul 11.30 WIB dan disambut hangat oleh warga setempat. Tidak hanya menyerahkan bantuan, para guru juga turun langsung membantu membersihkan mushala yang terdampak banjir serta berinteraksi dengan warga, menanyakan kondisi dan kebutuhan mereka.
Menunjukkan kepedulian yang lebih luas, rombongan MIN 15 Langkat turut membawa tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat. Tenaga medis tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung kepada warga korban banjir, terutama anak-anak dan lansia.
Sebelum rombongan kembali ke Langkat, warga Aceh Tamiang mengajak Kepala Sekolah dan para guru MIN 15 Langkat untuk berfoto bersama sebagai bentuk kenangan dan rasa terima kasih. Warga bahkan mengantarkan rombongan hingga ke kendaraan sambil mengucapkan rasa syukur dan haru.
“Terima kasih banyak atas bantuan ibu-ibu semua. Semoga Allah membalas seluruh kebaikan ini,” ucap salah seorang warga Aceh Tamiang dengan mata berkaca-kaca sambil melambaikan tangan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan tidak hanya berperan dalam mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan kemanusiaan kepada sesama.
(TIM UTARI)













