Kemudian jabatan Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi diisi oleh Arief Maulana yang sebelumnya merupakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi.
Meski tidak punya pertalian darah atau memiliki hubungan keluarga, namun Arief Maulana bukanlah orang asing bagi Tri Adhianto. Ariel dulunya merupakan rekan kerja Tri Adhianto saat ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Waktu Tri kepala Dinas, Arief merupakan Kepala Bidang di instansi tersebut. Karirnya dalam waktu singkat kemudian melejit bak roket sejak Tri Adhianto menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi pada 2018 dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota pada 2022, yang kini Wali Kota Bekasi.
Arief tercatat pernah menjadi Kepala DBMSDA dan juga Kepala Badan Pendapatan Daerah. Namun di era Pejabat Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad. Ariel masuk kotak dengan ditempatkan sebagai Kepala Disparbud.
Namun kini, saat Tri kembali duduk sebagai Wali Kota usai menang dalam Pilkada, Arief kemudian ditempatkan menjadi Kepala Distaru yang sudah bukan rahasia merupakan OPD basah. Banyak perputaran uang di sana karena berkaitan dengan perizinan pemanfaatan ruang.
Jabatan lain yang diisi oleh orang Tri Adhianto yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi yang dijabat oleh Muhammad Solikhin yang tadinya menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi. Sudah bukan rahasia, bahwa Solikhin merupakan adik Ipar Tri Adhianto.
Sama halnya dengan Arief Maulana, Solikhin juga pernah bertugas di DBMSDA Kota Bekasi. Karirinya juga menanjak setelah Tri menjadi Wakil Wali Kota Bekasi, Plt Wali Kota Bekasi dan Wali Kota.
Solikhin pernah menjabat sebagai Kepala DBMSDA Kota Bekasi pada 2023 saat Tri menjabat Plt Wali Kota Bekasi. Solikhin kemudian digeser di era Raden Gani Muhammad menjadi Kepala Disdagperin Kota Bekasi. Lagi-lagi di era Tri, kini Solikhin kembali bertugas di ‘ladang basah’.
Jabatan strategis lain ………….













