Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewspendidikanRiau

Pertamina PHR Libatkan PPLH IPB University Lakukan Kajian Ekoriparian Kawasan Rokan-Riau

×

Pertamina PHR Libatkan PPLH IPB University Lakukan Kajian Ekoriparian Kawasan Rokan-Riau

Sebarkan artikel ini

Postkeadilan, Riau. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University melakukan studi survei tentang ekoriparian sebagai bentuk kompensasi pembuangan air terproduksi ke badan air permukaan di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan WK-Rokan, Provinsi Riau. Tim kajian terdiri dari Dr Tjahjo Tri Hartono, Dr Akhmad Arifin Hadi, Tovan Yulianto, SP, MM, Anasstassia Ayu Arcitra, SSi, MSi dan Mursalin, SPi, MSi.

Sekretaris Eksekutif PPLH IPB University Dr Liyantono selaku wakil penanggung jawab kegiatan menjelaskan, tim tersebut mengkaji konsep ekoriparian dengan menggabungkan beberapa hal yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi di Kawasan Rokan, Provinsi Riau. Area riparian sendiri merupakan zona transisi yang mencakup wilayah antara daratan dan akuatik yang menunjukkan karakteristik antar kedua sistem ini.

Baca Juga :  Genjot Capaian Vaksinasi, Polres Purwakarta Gelar Vaksinasi Malam Hari

“Sementara konsep ekoriparian mencakup pemanfaatan badan air penerima untuk menjadi pusat wisata edukasi lingkungan dengan tidak mengganggu ekosistem yang ada dan dalam pengelolaannya melibatkan peran serta masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tokmas Mazo Ajak Warga Satukan Hati Memenangkan Paslon Sokhi-Yusuf pada Tanggal 27 November Mendatang

Lebih lanjut ia menerangkan, kriteria penentuan lokasi ekoriparian mempertimbangkan beberapa aspek meliputi status hak kepemilikan lahan, jarak sungai pemukiman, tingkat kepadatan penduduk, demografi (struktur mata pencaharian, pendidikan, interaksi sosial dan indeks pembangunan manusia) serta beban pencemar air sungai.

“Adapun kriteria desain infrastruktur serta desain lanskap ekoriparian memperhatikan faktor sistem pengolahan air limbah (IPAL), keberadaan sarana sosial kemasyarakatan dan fungsi wanatani,” tambahnya.

Baca Juga :  SMSI Pusat Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan Ketua SMSI Madina Jeffry Barata Lubis Terkait Pemberitaan

Menurutnya, poin-poin tersebut merupakan dasar dalam penentuan lokasi dan desain infrastruktur serta desain lanskap ekoriparian. “Kajian ini sendiri melibatkan beberapa tim untuk menghimpun data dan melakukan kajian. PPLH IPB University diberikan waktu selama tiga bulan untuk menyelesaikannya,” jelasnya. (IPB/my/Rz/Binsar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

juara303 indopromax judi bola sabung ayam online judi bola judi bola sabung ayam online judi bola sabung ayam online sabung ayam online Bnri judi bola sabung ayam sabung ayam sabung ayam