Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline Newsmedan

Peternak Babi Sumatera Utara Meminta Pertanggung Jawaban Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara

0
×

Peternak Babi Sumatera Utara Meminta Pertanggung Jawaban Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini

Sementara, beberapa bulan yang lalu mengenai PMK (penyakit mulut dan kuku) pada sapinegara ini sudah heboh bahkan presiden sendiri menyampaikan statement dan membicarakan soal pennyakit mulut dan kuku pada sapi di Istana Negara.

Bahkan di dalam APBD Sumatera Utara dilakukan perubahan APBD, perubahan Pergub Penjabaran APBD dalam rangka untuk menampung dana alokasi untuk oenyakit mulut dan kuku pada ternak sapi.

Baca Juga :  Diduga Berpoligami, Inisial SG Di Inspektotat Nisel Memiliki 2 KK Dengan Nomor Berbeda.

Padahal dalam penjabaran dari Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Utara belum ada terdapat kasus ternak sapi yang mati, terjadi perubahan alokasi dana APBD. Sapi belum ada yang mati telah terjadi perubahan APBD di Sunatera Utara, sementara ribuan ternak babi yang mati belum ada tindakan konkrit dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Sumatera Utara. Jadi jangan salahkan kalau peternak babi merasa didiskriminasikan sekarang.

Baca Juga :  Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes Kukuhkan Kepengurusan UMKM 2020-2025.

“Melalui peristiwa kedua matinya ribuan ternak babi ini Kami harapkan Pemerintah Pusat, Kalau Menteri Pertanian dan Peternakan tidak lagi melakukan sesuatu yang konkrit kepada ribuan babi yang telah mati sekarang Jangan Salahkan Peternak  babi meminta menteri pertanian dicopot.” Tegas Sutrisno Pangaribuan mewakili Peternak Babi. (H. Sitinjak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *