Didampingi rekan seperjuangannya, Dewi beberkan kronologi kejadian yang mereka alami.
“Kami sudah melakukan segala upaya, audensi dengan Pengurus Besar PGRI, audensi ketemu langsung dengan ibu Nunuk. Kami sangat menderita dan tidak sangka atas kejadian ini,” bebernya penuh kesedihan.
Demikian dengan Mintaku Sembiring, tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah di salah satu sekolah swasta di Jakarta demi menunggu penempatan.
“Bayangkan lah pak. Saya diminta Yayasan untuk mundur dari Jabatan Kepala Sekolah ketika mengetahui saya ikut serta sebagai pelamar P1. Saya jadi guru biasa sekarang. Dan bahkan tidak diberikan jam sama sekali,” tangis ibu ini.













