Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiHeadline Newspendidikan

Sengkarut SMPN 1 Setu, Kepala Sekolah Masih Tetap Bertengger. NCW: Kami Minta APH Periksa Penggunaan Anggaran

0
×

Sengkarut SMPN 1 Setu, Kepala Sekolah Masih Tetap Bertengger. NCW: Kami Minta APH Periksa Penggunaan Anggaran

Sebarkan artikel ini

Coba dikonfirmasi hal-hal diatas, ternyata Mardyana telah memblokir nomor WhatsApp (WA) awak media ini. Memakai nomor lain, awak media ini mempertanyakan kenapa memblokir nomor?

“Saya lagi supervisi,” kilah Mardyana, Kamis (18/9/2025).

Tunggu punya tunggu, wartawan kembali mengkonfirmasi Mardyana tentang analisa NCW terhadap dugaan penyelewengan Dana BOS di SMPN 1 Setu. “Hari Keluarga Bos. Nanti Senin aja,” balas Mardyana, Minggu (21/9/2025) sore.

Senin (22/9/2025) hari hingga petang, Mardyana tak kunjung beri kabar apapun. Dikonfirmasi ulang, hingga berita dilansir, sang Kepala Sekolah berkarakter ‘penipu’ demikian itu tak beri jawaban lagi.

Kembali ke Herman, kesimpulan dan Rekomendasi kami terdapat beberapa indikasi kuat penyimpangan dan potensi korupsi dalam pengelolaan Dana BOS di SMP Negeri 1 Setu, yaitu:
1. Potensi Mark-Up: Pada pos pengembangan perpustakaan yang nilainya sangat besar dan berulang.

2. Pelanggaran Prinsip Akuntansi: Terjadinya defisit anggaran pada tahapan pencairan, yang jelas-jelas melanggar aturan.

3. Ketidakwajaran Alokasi: Perubahan anggaran yang drastis dan tidak masuk akal antar tahun/tahap, menimbulkan tanda tanya atas perencanaan dan transparansinya.

Baca Juga :  Serah Terima dan Pisah Sambut Dandim 0605/ Subang

“Kami merekomendasikan untuk Audit Investigatif mendalam oleh Inspektorat Daerah atau BPK/BPKP. Audit tidak hanya melihat dokumen administrasi tetapi juga melakukan verifikasi fisik (cek barang, wawancara dengan guru/siswa),” tegas Herman.

Ia juga mendorong agar Aparat Penegak Hukum (APH) lakukan pemanggilan untuk pertanggungjawaban, meminta penjelasan detail dari Bendahara dan Kepala Sekolah mengenai alasan defisit dan alokasi dana yang tidak wajar itu?

“Kepala sekolah kok main blokir nomor wartawan? Ini kan suatu karakter sangat tidak baik. Apakah dia (Mardyana) dendam sama wartawan karena pernah disoal? Harus segera dicopot Kepala Sekolah seperti itu. Dan APH jangan tunggu lama-lama lagi, periksa Mardyana segera,” pungkas Herman, Rabu (24/9/2025) pagi. Bersambung.. (Simare).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses