Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsPurwakarta

Komoditi Unggulan Khas Purwakarta Tembus Pasar Internasional

×

Komoditi Unggulan Khas Purwakarta Tembus Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

Postkeadilan Purwakarta – Jabar. Saat ini buah manggis yang menjadi produk perkebunan khas Kabupaten Purwakarta yang sangat menjanjikan dari sisi ekonomi bagi masyarakat Purwakarta terlebih di jaman pandemi covid 19 saat ini, bahkan, buah yang punya ciri khas warna kulit merah keunguan itu, kini memiliki daya saing secara global.

Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada agenda Pelepasan Ekspor Manggis ke Guangzhou, Shanghai China, di Desa Situ, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta, Senin 07 Februari 2022.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Tipidkor Di DLH Kab Bekasi, Kini Dalam Penanganan Krimsus Polres Metro Bekasi

Dalam agenda tersebut juga nampak hadir Direktorat Jenderal Hortikultura pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prihasto Setyanto.

Alhamdulillah, komoditi unggulan khas Purwakarta saat ini bisa menembus pasar internasional, ini menjadi angin segar bagi kami sejauh ini, kami ekspor ke beberapa negara ASEAN, salah satunya China,” kata Ambu Anne.

Menurutnya, melalui dinas terkait hingga kini pihaknya terus mendorong supaya produktivitas perkebunan manggis ini terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya, untuk perkuat kualitas salah satu upayanya yakni dengan memberikan bimbingan mengenai Good Agricultural Practice (GAP) dan Standard Operational Procedure (SOP) kepada para petani.

Baca Juga :  Besok, H. Akhmad Marjuki Dilantik sebagai Wakil Bupati Bekasi

Dari sisi kuantitas sendiri, kami terus mendorong bagaimana supaya produktivitasnya terus meningkat, sehingga kebutuhan domestik maupun ekspor bisa tetap terpenuhi,” ujar Ambu Anne.

Baca Juga :  Kalapas IIA Cikarang Johannes Berharap Peserta P4GN Dapat Menjadi Kader Anti Narkoba

Dalam hal ini, lanjut Ambu Anne, pihaknya selalu disupport oleh Kementerian Pertanian,“ Ada 158 ribu pohon dan sudah teregistrasi 96 persen, artinya itu memenuhi untuk ekspor dan kemudian kita terus melakukan sosialisasi pembinaan kepada para petani karena mereka juga perlu adanya pendampingan kaitan dengan perubahan iklim, ini mereka harus beradaptasi,” sebut Ambu Anne.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sv388 sv388 sv388 sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sv388 judi bola sv388 sv388 live casino online sv388 sbobet88 mix parlay sv388 link sabung ayam wala meron link wala meron daftar sv388 daftar sabung ayam judi wala meron slot ayam bandar sabung ayam slot sabung ayam link sv388 agen sabung ayam sv388 login situs sabung ayam