Bekasi, PostKeadilan – Jati diri bangsa Indonesia adalah Pancasila sebagai dasar falsafah hidup, kepribadian, dan fondasi utama negara yang membedakan Indonesia dengan bangsa lain.
Nilai-nilai luhur ini mencakup kereligiusan, gotong royong, harmoni dengan alam, serta persatuan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) yang terbentuk melalui sejarah panjang perjuangan bangsa.
Untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat, melalui Dunia Pendidikan, Mabes POLRI membangun kolaborasi.
Hari ini, Rabu (29/4/2026), Brigjen. Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H, Karobinkar (Kepala Biro Pembinaan Karier) beserta jajarannya, didampingi Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Sumarni serta Kapolsek yang ada di Kabupaten Bekasi, adakan kunjungan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah III Bekasi.
Dalam giat yang dihadari Kepala KCD Wilayah III, Rina Parlina, S.I.P., M.M dan para Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB, Brigjen Langgeng Purnomo memaparkan tentang Jati Diri Bangsa.
“Pak Jenderal tadi memaparkan tentang bagaimana kita bisa menumbuhkembangkan jati diri bangsa Indonesia dengan melalui tiga hal, yaitu: spiritual, intelektual, dan kultural,” terang Rina saat dikonfirmasi terkait kedatangan pihak Kepolisian di Kantornya.
Ia memberikan apresiasi kepada institusi Kepolisian, khususnya dari Mabes POLRI yang langsung datang menyampaikan langsung.
“Tentunya ini menjadi momentum kolaborasi yang baik antara KCD 3 dengan Polri dalam meningkatkan mutu pendidikan,” lanjut dia.
Karena biar bagaimanapun, rasa cinta tanah air itu harus mulai ditumbuhkan dari semenjak dini, dan generasi muda bangsa ini harus menjadi calon pemimpin bangsa yang kuat karakternya, baik, dan bermasa depan cerah.
“Harapan saya, semoga semua generasi muda Indonesia, khususnya yang ada di wilayah KCD 3; SMA, SMK, SLB, baik negeri maupun swasta, kita bersama-sama menciptakan sekolah aman dan nyaman. Dapat mendidik anak menjadi anak-anak bangsa dengan karakter hebat, karakter kuat, dan cinta tanah air. Dengan jati diri yang kuat, penuh rasa percaya diri. Seperti kata pak Jenderal dengan memegang tiga hal: spiritual, intelektual, dan kultural,” pungkas Rina. (Simare)













