Langkat, PostKeadilan -Suasana haru menyelimuti kediaman Nenek Ginah (83), warga Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, pada Selasa (2/6/2026) siang. Di tengah kunjungan Tim Media Post Keadilan yang sedang mendengarkan kisah hidup sang nenek, warga dikejutkan dengan kedatangan Kapolres Langkat, AKBP Dapid Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran.
Kedatangan Kapolres Langkat tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi dan permohonan kemanusiaan yang disampaikan Tim Media Post Keadilan terkait kondisi Nenek Ginah yang kini hidup sebatang kara setelah anaknya, Suparmin (52), ditahan karena diduga terlibat sebagai juru tulis (jurtul) judi togel.
Sebelumnya, pada Sabtu (30/5/2026), Tim Media Post Keadilan menyampaikan langsung kondisi memprihatinkan yang dialami Nenek Ginah kepada Kapolres Langkat melalui pesan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, Kapolres menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu persoalan yang dihadapi keluarga tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama, AKBP Dapid Triyo Prasojo menunjukkan kepeduliannya dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Nenek Ginah secara nyata.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres duduk bersama sang nenek, mendengarkan keluh kesahnya dengan penuh perhatian. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Nenek Ginah menyampaikan harapannya agar anaknya dapat kembali mendampinginya menjalani hari-hari di usia senja.
Momen itu membuat suasana menjadi sangat emosional. Sejumlah warga yang menyaksikan pertemuan tersebut tampak terharu melihat sosok Kapolres yang hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap masyarakat kecil.
Melihat kondisi Nenek Ginah yang hidup sendiri dan membutuhkan pendampingan anaknya, Kapolres Langkat kemudian mengambil langkah bijaksana dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
“Kami akan tangguhkan. Dan ke depan tetap diawasi sama si Mbah ya, jangan melakukan hal-hal yang salah lagi anaknya si Mbah,” ujar AKBP Dapid Triyo Prasojo kepada Nenek Ginah.
Mendengar keputusan tersebut, tangis haru pecah di tengah warga yang hadir. Tidak sedikit yang menitikkan air mata karena tersentuh oleh perhatian dan kebijakan humanis yang diberikan Kapolres Langkat.
Warga sekitar pun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sikap rendah hati dan kepedulian AKBP Dapid Triyo Prasojo yang bersedia datang langsung menemui masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Baru kali ini kami melihat seorang pimpinan kepolisian datang langsung ke rumah warga untuk melihat kondisi yang sebenarnya. Kami sangat terharu dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Langkat. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” ungkap salah seorang warga.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Sikap humanis yang ditunjukkan AKBP Dapid Triyo Prasojo mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Warga berharap pendekatan yang mengutamakan hati nurani, empati, dan kemanusiaan seperti ini terus menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat.
Di mata warga Langkat, sosok AKBP Dapid Triyo Prasojo tidak hanya hadir sebagai Kapolres, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu mendengar, memahami, dan merasakan langsung penderitaan rakyat kecil yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
(utari/tim)













