Jakarta, PostKeadilan — Informasi mengenai seorang siswa MA Jamiat Kheir berinisial Fatur (18) yang sempat disebut sebagai provokator dalam kericuhan di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, mendapat bantahan dari pihak keluarga.
Fahmi, yang merupakan guru sekaligus juru bicara keluarga Fatur, menyayangkan beredarnya informasi dan tudingan di media sosial yang menurutnya tidak menggambarkan kondisi sebenarnya yang dialami oleh Fatur.
Menurut Fahmi, Fatur bukan sedang mengikuti aksi atau terlibat dalam kericuhan di jalan. Ia justru disebut mengalami penganiayaan ketika berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
“Fatur menjadi korban penganiayaan di area gang permukiman tempat tinggalnya sendiri, bukan sedang mengikuti aksi di jalan,” ujar Fahmi saat ditemui, Sabtu (29/8/2026).
Fahmi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika sekelompok orang yang tidak dikenal masuk ke kawasan gang permukiman warga.
Dalam situasi tersebut, Fatur disebut sempat tertimpa sepeda motor. Ia kemudian diduga dibawa oleh sejumlah orang ke area jalan.
“Dia tertimpa motor, akhirnya kepegang dua orang besar kiri-kanan, langsung dibawa ke tengah jalan,” tutur Fahmi.
Ia juga membantah anggapan bahwa Fatur merupakan pihak yang memprovokasi kericuhan. Menurutnya, kondisi yang dialami Fatur perlu dilihat secara utuh berdasarkan kejadian di lapangan, bukan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Fahmi menilai pemberitaan maupun unggahan di media sosial seharusnya tidak terburu-buru memberikan label kepada seseorang sebelum fakta kejadian diketahui secara menyeluruh.
Ia berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terlebih ketika menyangkut seseorang yang masih berstatus sebagai pelajar.
Pihak keluarga juga berharap kejadian yang dialami Fatur dapat ditangani secara objektif dan berdasarkan fakta, termasuk dengan memperhatikan keterangan para pihak serta kondisi di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah muncul berbagai informasi di media sosial mengenai kericuhan di kawasan Pejompongan Raya. Dalam perkembangannya, pihak keluarga Fatur memberikan klarifikasi mengenai posisi Fatur dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, keterangan mengenai kejadian tersebut masih perlu dikonfirmasi secara menyeluruh kepada pihak-pihak terkait agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
(George)













