Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiHeadline News

Sejumlah Sekolah Rusak Di Kabupaten Bekasi, Kabid SMP: Sudah Kami Ajukan Untuk Rehab Total

×

Sejumlah Sekolah Rusak Di Kabupaten Bekasi, Kabid SMP: Sudah Kami Ajukan Untuk Rehab Total

Sebarkan artikel ini

Kab. Bekasi, PostKeadilan – Di Kabupaten Bekasi belakang hari, terjadi perbincangan dikalangan media tentang banyak temuan Sekolah Negeri dalam kondisi Rusak Berat.

Misalnya berita tentang SMPN 3 Cibitung. Diberitakan kondisi gedung sekolah rusak parah. Berimbas kepada Kepala Sekolahnya, Nesin S.Pd tertuding pada pemberitaan, ‘Ditenggarai Rampok Dana BOS’.

Dilansir di CyberSatu.com, SMPN 3 Cibitung pada tahun 2024 menerima dana BOS sebesar Rp.1.178.569.200,- dan pada tahun 2025 menerima Rp.1.181.844.450. Secara khusus untuk anggaran pemeliharaan fasilitas dan infrastruktur pada tahun 2024 sebesar Rp.335.429.600,- (28%) dan pada tahun 2025 sebesar Rp.350.755.380,- (30%).

Ditotal untuk anggaran sarpras dari tahun 2024 dan 2025 sebesar Rp 686.184.980,- belum termasuk anggaran tahun 2026. Anggaran tersebut dinilai cukup fantastis, kan tetapi kenyataannya gedung sekolah sangat rusak. Artinya, seakan tidak ada giat pemeliharaan sekolah.

Sayangnya, Nesin yang dikonfirmasi hingga berita dilansir, tidak (belum) juga bersedia dikonfirmasi.

Menggapai sekolah rusak parah demikian, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Yudi, mengonfirmasi bahwa sejumlah bangunan sekolah negeri di Kabupaten Bekasi sudah banyak rusak berat dan belum direhabilitasi, termasuk SMPN 3 Cibitung dan jaringan sanitasi di SMPN 1 Cikarang Selatan.

Untuk SMPN 3 Cibitung, Yudi menyebut usulan revitalisasi dari pemerintah pusat sudah masuk ke sistem, dan bangunan yang kondisinya paling parah diajukan untuk rehabilitasi total melalui APBD 2027.

Baca Juga :  Bupati Humbahas Ikuti Zoom Penandatanganan Nota Kesepahaman Percepatan MPP

Sementara itu, persoalan sanitasi di SMPN 1 Cikarang Selatan, yang dulu dibangun Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang pada tahun 2017–2019, disebut sudah diusulkan untuk rehabilitasi.

“Namun tertunda karena efisiensi anggaran Dinas Cipta Karya tahun ini. Perbaikan baru akan diusulkan kembali pada 2027,” ujar Yudi di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Yudi ungkap empat sekolah saat ini sedang menjalani rehab total. Kemudian salah satu sekolah di Tambun Selatan menjalani rehab sedang, dan di beberapa sekolah tengah membangun Ruang Kelas Baru (RKB).

Disinggung tentang SMPN 6 Babelan yang belum punya Gedung Sekolah, ia mengakui dua sekolah bahkan yang belum punya Gedung Sekolah. Yakni SMPN 6 Babelan dan SMPN 6 Cikarang Barat.

“Batal dibangun tahun 2026 ini meski anggaran sudah tersedia. Namun kewenangan pembangunan fisik kan berada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang,” beber Yudi.

Sementara tempat terpisah, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan (LK) Pemkab Bekasi TA 2025 mencatat, banyak sekolah negeri bermasalah dalam pengelolaan Dana BOS.

Jika beberapa sekolah negeri rusak parah karena faktor usia mungkin, namun ada anggaran Dana BOS ratusan juta diperuntukkan buat pemeliharaan gedung, benarkah anggaran itu direalisasikan? Bersambung.. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

live casino online judi bola online sabung ayam online live casino online sabung ayam online sbobet88 agen live casino sabung ayam online slot gacor slot gacor slot88 sv388 sv388 sv388 sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sv388 judi bola sv388 sv388 live casino online sv388 sbobet88