Hmm.. Hal Penggunaan Anggaran, Kepala SMAN 4 TAMSEL Enggan Dikonfirmasi Wartawan?

Bekasi, PostKeadilan – Era keterbukaan masa pemerintahan Presiden Jokowidodo terkini, patut diacung jempol. Pasalnya, Laporan penggunaan anggaran masa pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, sangat sulit ditemukan.

Kini para sosial control, Wartawan dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dengan mudah dapat mengakses laporan penggunaan anggaran tersebut dengan membuka link-nya instansi terkait yang diinginkan di internet.

Bacaan Lainnya

Artinya pengguna anggaran dalam laporan keuangan tersebut siap mempertanggung jawabkan dan siap juga di kontrol.

Namun tidak begitu terjadi di SMA Negeri 4 Tambun Selatan. Ditenggarai ada tindakan jahat korupsi dalam penggunaan anggaran Dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) Reguler, Kepala Sekolah dan Humas SMAN 4 Tambun Selatan (Tamsel) ‘enggan dikonfirmasi wartawan.

Cerita itu diberitakan wartawan Timbul Manalu. Maman, Kepala Sekolah SMAN 4 Tamsel dikomunikasikan via Chat What’s App (WA), mengarahkan wartawan bertemu Humas SMAN 4, Muhayar.

“Coba ke humas aja y bang,” kelit Maman, Kamis (16/9/2021) pagi seperti dilansir lensaperistiwa.com

Wartawan ini pun komunikasi ke Muhayar. Entah bagaimana, Muhayar langsung blokir nomor WAnya.

Di informasikan Timbul kepada Maman tentang kejadian tersebut, sang Kepala Sekolah ini tidak beri tanggapan apa-apa.

Beberapa hari kemudian, bersama PostKeadilan kunjungi SMAN 4 Tamsel. Kedatangan Kamis (23/9/2021) siang itu disambut Muhayar di Kantor Satpam sekolah.

“Rp. 351 juta itu total biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah,” jawab Muhayar.

Ketika diperlihatkan kepada Muhayar bahwa Rp. 351 juta lebih itu adalah penggunaan anggaran tahap 3 tahun 2020. Sementara pada tahap ke-2 tahun yang sama, biaya biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tertulis Rp. 99.883.000 serta pada tahap 1 Rp. 97.647.000.

Melihat data tersebut, mimik wajah Muhayar sontak berubah.

“Iya, kan tahun lalu ada perbaikan-perbaikan sekolah yang kami lakukan. Seperti perbaikan ruang kantor,” kilah Mantan Kepala Sekolah ini.

Digali lebih dalam lagi, apa nama perusahaan yang mengerjakan, Muhayar berdalih mau Sholat dulu.

Beberapa menit kemudian, Muhayar titip amplop yang berisikan uang pecahan lima puluh ribu sebanyak 3 lembar kepada Timbul. Perlakuan demikian tentu kurang berkenan, Timbul langsung pertanyakan ke Muhayar yang batang hidungnya sudah tidak kelihatan lagi berada di sekolah.

“Kalau rewel sy blokir ya,” tulis Muhayar dan memblokir nomor WA Timbul.

Kejadian serupa juga dialami awak media ini. Mereka (Maman dan Muhayar) memblokir HP dan WA awak media ini. Hingga berita ini dilansir, Maman dan Muhayar tidak dapat dihubungi.

Bersambung.. (Simare/Tim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Komentar