Bekasi, PostKeadilan – Berita kasus pengeroyokan seorang wartawan media Radar Ekonomi, Jonri Gultom, di daerah Rawalumbu, yang dilansir pada Media Sinar Dunia Media . com kini penanganannya mendapat atensi dari Kapolres Metro Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana.
Seperti diketahui pada berita beredar, Jonri dikeroyok, ditelanjangi dan di rampok uang serta HP nya ketika sedang memvideokan transkasi narkoba di daerah Rawalumbu.
Pelaku pengeroyokan lebih dari 10 orang itu memukul, menendang serta menyabet dengan menggunakan selang air, yang kemungkinan sudah sengaja disediakan oleh pelaku.
”Itu orang TNI bang,” ujar seorang pedagang kopi yang katanya akan menjadi saksi kunci dalam peristiwa tersebut, pada berita yang ada.
“Rencana akan di panggil oleh Polsek Rawalumbu untuk dimintai keterangan secara detail,” kata teman Jonri, Donny Ridwan, Rabu (21/10/2026) pagi.
Aksi pengeroyokan dan atau penganiayaan tersebut diperkuat dengan hasil Visum et Repertum RS Rawa Lumbu dengan Nomor: 1/X/VER/RSL/2026 tanggal 09/10/2026 yang ditandatangani dr. Iswati.
Dalam hasil pemeriksaan medis disebutkan:
”Mengalami dipukul dengan tangan, luka robek sobek atas bagian dalam bibir, lebam / kemerahan di dada bagian bawah kanan & kiri.”
Pemeriksaan lanjutan menyebut korban mengalami luka bengkak dan sakit pada kepala bagian tasa, bengkak pada kedua mata, pecah pada bibir atas, sakit pada dada kanan dan kiri serta perut dan luka memar pada kedua rusuk dan punggung.
Dan peristiwa itu dituangkan secara garis besar di Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), Nomor LP: 80 /VER/ X /2026/SEK RAWALUMBU.
“Kami selidiki dan koordinasi dengan POM TNI. Apabila ada pelaku dari TNI maka yang menangani adalah POM TNI,” jelas Kapolres melalui chat WhatsApp (WA), Selasa (21/10/2026) pagi. Bersambung.. (Simare)













