Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsJakarta

Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik, Arist Merdeka Sirait Angkat Bicara

451
×

Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik, Arist Merdeka Sirait Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

Jakarta, PostKeadilan – Kasus penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang tercantum di SIPP On Jaktim dengan nomor 348/Pin.Sus/2020/PN.Jkt.Tim kembali disidangkan di PN Jakarta Timur.

Sidang dengan terdakwa Jaitar Sirait, SH yang digelar ini, hadir Arist Merdeka Sirait, pegiat Aktivis Hak Asasi Manusia (Indonesian Human Rights Defender Activist) di Indonesia.

“Tindakan Jaitar sungguh-sungguh tidak mendasarkan pada fakta sejarah asal-usul dari keturunan marga (Toga) Sirait beserta unsur kebenarannya. Jaitar mengabaikan identitas, nama dan asal usul seseorang. Jaitar gagal paham terhadap struktur dan asal usul keturunan marga Sirait, khususnya keturunan oppu Raja Mardubur,” kata Arist angkat bicara di PN Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga :  Edisi 44 Tahun ke 5 Tanggal 14 November s/d Desember 2019*

Pertikaian semarga melalui medsos ini sudah dicoba dijembatani melalui Ketua Umum Sirait dan Boru Jabodetabek Marojahan Sirait, SH dan kerabat dekat satu marga. Kan tetapi hingga saat ini belum ada hasilnya.

“Apa hak seorang Jaitar menyatakan bahwa Arist Merdeka bukan marga Sirait dan atau Oppu Raja Mardubur bukan anak dari ketururan oppu Raja Sirait?” tanya Arist.

Sisi lain pria berjanggut ini menyayangkan bahwa sesungguhnya Jaitar telah merendahkan martabatnya sebagai marga Sirait. “Apa sesungguhnya di cari Jaitar dalam perkara ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tim Tabur Kejagung Tangkap Eks Anggota DPRD Sulsel Inisial JB Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Persidangan yang di Ketuai Majelis Hakim Sri Asmarani, SH, CN dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Handri Dwi SH, berjalan kondusif.

Dalam persidangan sebelumnya, JPU Handri Dwi menuntut terdakwa dengan pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3), UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 ayat (2) atau pasal 311 ayat (1) Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara.

Baca Juga :  Kab. Humbahas Terpilih Sebagai Lokasi Prioritas Pemetaan Lengkap Oleh Kementerian ATR/BPN Pada 2025

“Sesungguhnya perkara ini tidak perlu berurusan dengan Pengadilan jika Jaitar sebagai darah seorang putra keturunan Sirait tidak egois dan tidak gagal paham terhadap struktur dan asal usul marga (toga) Sirait. Berakibat ia (Jaitar) terancam menjalani pidana penjara,” tutup Arist Merdeka Sirait yang sekaligus Tim Advokasi dan Litigasi Oppu Raja Sirait.

Seperti diketahui persidangan ……………..

judi bola sabung ayam online judi bola sabung ayam online judi bola live casino online sabung ayam online judi bola sabung ayam online sabung ayam online live casino indopromax login Judi Bola judi bola online