Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiHeadline News

Kepala SMKN 1 TAMARA Tindak Tegas Oknum Pegawai TU Pasca Viral Diadukan Ke KDM

×

Kepala SMKN 1 TAMARA Tindak Tegas Oknum Pegawai TU Pasca Viral Diadukan Ke KDM

Sebarkan artikel ini

Kab. Bekasi, PostKeadilan – Kepala SMKN 1 Tambun Utara (TAMARA), Hoyadi menonaktifkan oknum pegawai Tata Usaha (TU) SMKN 1 TAMARA berinisial D.

Tindak tegas ini pasca video viral di media sosial Tiktok, seorang ibu adukan permasalahannya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Pada video itu, ibu inisial W yang mengaku orang tua murid melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) kepada KDM.

Perbincangan dalam video, W sebut mengalami dugaan pungli. Ia dimintai uang sebesar Rp 2,5 juta oleh seorang oknum pegawai TU SMKN 1 TAMARA yakni D.

Baca Juga :  Ketua NGO Sumatera forest survei lapangan PKR eucalyptus

Tak tanggung-tanggung, W bercerita kepada KDM bahwa uang tersebut buat proses beli bangku sekolah untuk anaknya dapat diterima bersekolah di SMKN 1 TAMARA.

“Ini bukti transfer Rp1,5 juta. Yang (sisa Rp1 juta) lainnya cash,” ujar W sembari memperlihatkan bukti transfer ke KDM.

Uang sudah diberikan, kan tetapi anaknya tidak kunjung masuk sekolah. Hingga akhirnya W adukan permasalahannya kepada KDM.

Tempat terpisah, PostKeadilan konfirmasi Hoyadi. Hoyadi tidak menampik persoalan yang menimpa D.

Baca Juga :  Hadiri Rakerda SMSI Jawa Barat, Wagub Ingatkan Pemkab Dan Pemkot Gandeng Kerjasama SMSI

“Saya sudah meminta klarifikasi dari orangnya. Dia (D) mengakui dan siap bertanggungjawab atas perbuatannya. Maka itu saya bersikap tegas, menonaktifkan demi tidak menggangu jalannya KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah,” kata Hoyadi di ujung telepon selulernya, Kamis (30/7/2026) siang.

Coba digali apakah D sudah mengembalikan uang yang di terima? Hoyadi menjawab sudah.

“Dia pegawai TU, P3K paruh waktu. Pengakuannya dan sudah saya lihat sendiri, sudah mengembalikan uang tersebut kepada neneknya. Karena uang itu dari nenek si murid, bukan dari ibu itu. Nenek si murid yang minta tolong agar cucunya dapat diterima bersekolah di sekolah kita,” ungkap Kepala SMKN 1 TAMARA ini.

Baca Juga :  Kapolda Sumsel Beserta Keluarga Rayakan Natal, Gelar Open House dirumah dinas komplek Pakri Palembang

Dan Hoyadi tegas mengatakan, tidak mentolerir adanya pungutan liar di sekolah yang digawanginya.

“Untuk proses lebih lanjut, kami sudah membuat berita acaranya dan sudah kami serahkan ke Dinas Pendidikan,” tutupnya. (Vanaya/Simare)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

https://juara303z.com/ https://www.alialzabarah.org/ https://www.rhinologyonline.org/ https://canildobalacobraco.com.br/ https://www.flvw-iserlohn.de/ https://bighand.jp/ https://www.basilicasanvicenteferrer.es/san-vicente/ https://www.basilicasanvicenteferrer.es/horarios/ psykologpernillezoega.dk