Dikonfirmasi kepada Herman hal pernyataan Runtung demikian, Ia menyatakan semua berdasarkan investigasi lapangan dia dan Tim-nya serta hasil audit dari akuntan independen.
“Silahkan saja beliau membantahnya. Itu hak beliau,” tukas Herman, Rabu (28/10/2020) petang.
Kepada PostKeadilan, Herman miris dalam pertanyaan, bagaimana Runtung memimpin sebuah Universitas yang melahirkan generasi penerus bangsa, tapi sifat Korupsi, Kolusi, Nepotisme ‘dipilihara.?
“Silahkan kawan media ikut cek and ricek, Pembangunan Embung Utara Kwala Bekala Kampus II USU yang nilai pagunya sebesar Rp 9.682.673.000,00,. Namun kami temukan hasil pekerjaan itu sudah rusak. Bahkan bangunannya mau ambruk. Saya tidak paham bagaimana sistem kerja yang diterapkan beliau (Runtung Sitepu) dengan menetapkan 1 orang PPK yang juga merangkap sebagai Dosen. Belum lagi dengan maraknya isu di Medan atas jual beli kursi untuk bisa diterima menjadi mahasiswa yang mencapai harga hingga ratusan juta,” ungkap Herman.
Akhir pembicaraan, Herman mengatakan, kepemimpin USU akan dimulai lagi pemilihannya. “Jika kasus-kasus ini belum dapat diselesaikan, bagaimana pertangung jawabannya?,” putusnya. (Indra/Tim)