banner 728x250

Kurikulum Merdeka T.A 2022/2023 Diterapkan di Humbahas

HUMBAHAS POSTKEADILAN. Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Sebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan (humbahas) Jonny Gultom, sudah ada 14 sekolah di Humbahas yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka di tahun ajaran 2022/2023 ujarnya, Rabu (30/11/2022).

Sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka di Kabupaten Humbahas, yakni SMPN-4 Doloksanggul, SMPN-1 Baktiraja, SMP Swasta Santa Lusia, SMP Swasta Sa nto Yoseph dan SD Bintang Kejora, SDN 177059 Silaban Hutasoit di Kecamatan Lintongnihuta, SDN 177328 Pangasean Lintongnihuta, SDN 175791 Batu Nagodang, SDN 173321 Lobutolong Kecamatan Paranginan, SMPN 1 Onanganjang, SMPN-2 Onanganjang, SDN 177936 Parluasan , SMPN 8 Pakkat.

Jonny menjelaskan, inti dari kurikulum merdeka adalah Merdeka Belajar dan konsep ini dibuat oleh Pemerintah melalui Kemendikbud Ristek agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.

Kurikulum merdeka, menurut Jonny, strukturnya lebih fleksibel dengan jam pelajaran yang ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun.

Selain itu, para guru akan lebih fokus pada materi esensial karena capaian pembelajaran diatur per fase

Di tingkat pendidikan Sekolah Dasar, misalnya, mata pelajaran IPA dan IPS sudah menjadi satu dan diberi nama IPAS

Sebelumnya, pada Kurikukum 2013 menerapkan setiap satu bidang studi membutuhkan waktu selama dua jam, tetapi di metode kurikulum merdeka mata pelajaran IPAS hanya menerapkan waktu selama dua jam pembelajaran.

Dari sisi waktu, kata Jonny, IKM sangat menghemat sehingga dapat memberi peluang waktu yang lebih banyak bagi tenaga pendidik dan juga siswa dalam melaksanakan kolaborasi di dalam kelas.

Kurikulum merdeka juga memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum serta proses pembelajaran sesuai dengan karakter tiap satuan pendidikan dan peserta didiknya.

Baca Juga :  27 Desember Natal Bersama Masyarakat Humbahas Dihibur Artis Asal Humbang Hasundutan

Lebih lanjut ia menilai bahwa metode gampang, asyik dan menyenangkan (GASING) yang kini kerap diterapkan oleh sejumlah sekolah di Humbahas dalam pembelajaran matematika, sepenuhnya adalah pola dari kurikulum merdeka.
Metode GASING dalam pengimplementasiannya, ujar Jonny, siswa didorong untuk mengajar dan menjadi pemimpin yang baik di kelas.

“Dengan demikian, siswa tidak lagi hanya duduk duduk belajar melainkan siswa sudah berhak dan mampu memimpin kelas dalam artian “semi guru”,” paparnya. (Josapat S)

147 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Peringatan: Pemilihan konten dinonaktifkan!!