oleh

Kutukkan dan Tradisi Penggal Leher Ayam di Boronadu Menuai Protes Warga.

Nias Selatan, (sumut) Postkeadilan.com – Video yang tengah viral di Media Sosial terkait kedatangan paslon Bupati Nisel Nomor Urut 1 yakni pasangan Hilarius Duha – Firman Giawa ke Boronadu jadi perbincangan ditengah-tengah masyarakat bahkan menuai protes warga Beronadu.

Kedatangan Paslon Nomor Urut 1 tersebut, penatua adat Boronadu melakukan acara “Pemotongan Leher Ayam” dengan mengambil sumpah katanya, kepada seluruh kepulauan Nias dan kesepuluh Desa di Boronadu ini, saya menyampaikan, pertama yang dikebumikan di Boronadu ini adalah kakek kita Hia. Sambil badan Ayamnya dipegang oleh Firman Giawa,, sementara Hilarius Duha memegang kaki ayam tersebut.

banner 400x130

Selanjutnya, penatua adat tersebut mengatakan, Kakek “Hia” mempunyai anak sebanyak 9, untuk itu mari kita utus calon Bupati kita yaitu Hilarius Duha dan Firman Giawa. Siapa yang melanggar sumpah ini dia akan dikutuk ” Seperti putusnya leher ayam inilah lehernya serta dia akan memuntahkan darah”.

Menyaksika Video viral di medsos itu, berbagai tanggapan atau comentar para netizen melalui status mereka bahkan menjadi bahan pembicaraan ditengah-tengah Masyarakat khususnya Masyarakat Nisel. Timses paslon Nomor Urut 1 justru memprofokasi, membuat isu, membalikkan fakta, membuat strategi politik dan mengklaim bahwa Adat di Boronadu dihina atau dilecehkan.

Menanggapi sumpah dan kutukkan ……………

banner 400x130

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed