Muscab Forki Kabupaten Toba ,Tonny M Simajuntak Terpilih Ketua FORKI Toba

TOBA – POSTKEADILAN  Wakil Bupati Toba, Tonny M Simanjuntak, SE terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Kabupaten Toba masa Bakti 2021-2025 lewat perhelatan Musyawarah Cabang FORKI Toba yang diselenggarakan di Gedung Sentra Pemuda, Soposurung Balige, Kab. Toba, Minggu (28/11).

Turut hadir dalam Muscab ini, Ir. Roy Nainggolan Wakil Sekretaris Forki Sumut, Rawi Kresna,SE, SH,MH  Bidang Organisasi Forki Sumut, Tokoh Olahraga Toba Binahar Napitupulu, Ketua KONI Toba Maradona Siregar, Kabid Olahraga Hendri Simarmata, Kapolsek Balige AKP Agus Salim Siagian, dan Steering Committee Muscab Beduan Siahaan.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Muscab, Marimbun Marpaung dalam laporannya mengatakan bahwa Muscab Forki Toba 2021 dilaksanakan melalui hasil keputusan musyawarah bersama 8 pengurus cabang (Pengcab) anggota Forki Toba yang Pertama Tanggal 18 April 2021, Kedua 22 Juli 2021, Ketiga 11 November 2021, dimana telah menyepakati membentuk Panitia Pelaksana Muscab Forki Kabupaten Toba 2021 dan sekaligus melaksanakan Muscab Forki Toba 2021 mengingat telah habisnya masa Periodesasi Kepengurusan Forki Kabupaten Toba 2016-2020.

Baca Juga : 1,3 Ton Bibit Ikan Mas dari PT.TPL diterima 7 Pokdakan wilayah toba

“Forki Kabupaten Toba terdiri dari 8 Pengcab yakni Karate KKI , Shiroite , Kala Hitam Indonesia, Gokasi, Goju Ass, Keishin Khan, Tako Indonesia, Wadokai. Selamat bermuscab,” ujar Marimbun.

Rawi Kresna,SE, SH,MH  Bidang Organisasi Forki Sumut dalam arahannya meminta agar siapapun calon Ketua yang terpilih kiranya dapat membawa Forki lebih baik lagi dan berlaku adil terhadap seluruh Pengcab Forki Toba.

“Muscab ini berlangsung secara demokrasi dan Ketua yang terpilih harus bisa mengakomodir seluruh perwakilan Pengcab untuk dimasukkan di dalam struktur kepengurusan. Tidak ada lagi bahasa temperamental antara sesama pengurus Pengcab, tapi bersama membesarkan organisasi ini,” harapnya.

Mewakil Kapolres Toba,Kapolsek Balige Agus Salim Siagian memotivasi para pengurus Pengcab agar lebih semangat melatih dan membina para atlet. Pasalnya, Polri dalam penerimaan anggotanya saat ini lebih memperioritaskan atlet berprestasi.

“Olahraga Karate tidak sekedar berlatih memukul dan menangkis tapi lebih mengutamakan pembinaan mental. Tahun ini penerimaan anggota Polri telah mengutamakan atlet olahraga berprestasi, jadi tolong Forki lakukan pembinaan sejak dini sehingga harapan kita tahun depan akan ada altet yang bisa menjadi wakil Toba sebagai anggota Polri,” ungkas Agus Salim.

Ketua KONI Toba, Maradona Siregar mengungkap rasa prihatinnya terhadap kondisi atlet berprestasi yang sampai saat belum mendapatkan pekerjaan. Maradona berharap, Pemkab Toba memberikan perhatian dan jaminan pekerjaan terhadap atlet berprestasi.

“Perolehan Medali pada pelaksanaan PON tahun ini ada 2 atlet berpretasi peraih medali Perak dan Perunggu. Sayangnya, kedua atlet tersebut masih pada posisi tidak bekerja. hingga kini belum ada peran Pemkab untuk membantu kedua Atlet tersebut,” keluh Maradona.

Hingga saat ini, lanjutnya, para Atlet berprestasi di Toba juga kebanyakan berasal dari keluarga sederhana sehingga masih menggantungkan hidupnya dari hasil kerjanya sebagai atlet.

Ketua Forki terpilih, Tonny M Simanjuntak mengatakan rasa salut kepada panitia yang sudah berkerja keras selama 3 minggu menyiapkan Muscab ini.

“Trimakasih atas kepercayaannya. Selama saya menjabat periode yang lalu, saya menyadari masih belum sempurna tapi saya belajar mencari tau titik kelemahan saya sehingga berharap bisa membawa Forki untuk lebih baik lagi di periode ini. Untuk ke kekurangan saya selama ini silahkan sampaikan agar bisa kita perbaiki bersama,” ujar Tonny.

Untuk kepengurusan Forki ke depan, Tonny meminta seluruh Pengcab untuk duduk bersama sebelum menetapkan kepengurusan Forki Toba.

“Dari dulu Karate menjadi satu-satu cabang olahraga andalan Kabupaten Toba di setiap pertandingan. Saya pun akan bekerja keras bagaimana agar atlet Toba itu semakin berprestasi mulai dari tingkat provinsi, nasional sampai internasional. Untuk mencapai itu, maka pengembangan usia dini harus dilaksanakan,” pungkas Tonni mengakhiri.

Kegiatan tersebut berjalan dengan baik (ROMA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.