oleh

PBB Kunjungi Keluarga Pekerja Migran Yang Terancam Hukuman Mati Di Malaysia

Siantar ( Post Keadilan) – Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Batak Bersatu (DPC PBB) Siantar kunjungi keluarga Jonathan Sihotang, pekerja migran Indonesia asal Pematang Siantar yang terancam hukuman mati di Malaysia atas tuduhan membunuh
majikannya.

Rombongan DPC PBB Siantar diketuai Fri Jamos Siregar Ritonga S.Pd dan Sekretaris Freddy Siahaan serta beberapa kader PBB disambut baik orang tua Jonatahan Sihotang, Asdin Sihotang di tempat kediamanan Jl. Damar Laut, Kel. Kahean, Kec. Siantar Utara, Kota P. Siantar, Rabu (29/7/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Asdin sambil memangku dua anak Jonatan Sihotang yang masih berusia 2 dan 9 tahun, sangat berharap PBB turut andil membantu anaknya dalam proses hukum di Malaysia.

Kepada rombongan, Asdin ceritakan duduk persoalan yang dialami anaknya.

Jonathan dijanjikan gaji sebesar RM 15.000, namun hanya dikasih RM 3000. Itu pun dengan cara melemparkan ke wajah Jonathan.

‘Naik pitam dia, dibacoklah majikannya hingga meninggal dunia,” beber Asdin sambil berurai air mata.

Dikatakan Asdin, Jonatan melakukan pembunuhan itu juga karena kesal dan kecewa kepada majikannya yang tidak membayar gajinya selama 9 bulan.

” Sementara si Jonathan kan harus membutuhi kehidupan anak-anaknya yang diitipkan ini. Karena gaji tak dibayar-bayar, jadi muncul nekatnya,” tambah Asdin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed