oleh

Rapid Test RSU Dolok Sanggul Positif Covid-19, Sementara di RS Tingkat. IV LAB PCR Pematang Siantar, Negatif. Masyarakat Kecewa !

Post Keadilan, Humbang hasundutan. Radot Purba (30 tahun), warga Desa Lumban Purba bersama mertuanya Sedima Simamora, warga Desa Sait Nihuta, kec. Dolok Sanggul Kab. Humbang hasundutan mengaku kecewa atas kinerja pihak Rumah Sakit Umum Dolok sanggul (RSUD)(13/7/2021)

Dimana pihak RSUD Humbahas itu menyatakan hasil rafid test borunya Melati br Hutasoit (+) positif covid-19. Sementara, pihak keluarga yang tidak terima dengan hasil rafid test tersebut, langsung membawa korban ke Rumah Sakit HKBP Balige untuk rafid test ulang, dan hasilnya Negatif. Untuk lebih meyakinkan pihak keluarga, korban kembali di bawa untuk rafid test yang ketiga ke Rumah Sakit Tingkat IV 01,07. 01 Pematang Siantar, Bagian Laboratorium PCR. Jln Gunung Simanuk manuk, dan hasilnya juga Negatif.

banner 400x130

Menanggapi hal tersebut, Keluarga Sedima Simamora meminta pertolongan kepada ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) DPC Humbahas atas kejadian tersebut pada tanggal 23 juni 2021.

Dimana, pihak keluarga Sedima Simamora beserta keluarga dan menantunya Radot Purba yang keberatan dan tidak percaya dengan hasil rafid test di RSUD Dolok Sanggul yang menyatakan anaknya meninggal karena covid-19.

Baca Juga : Kapolres Humbahas Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Anggota Polres Humbahas

Mendapat pengaduan dari Radot Purba bersama Sadima dan keluarga korban, Ormas PBB Humbahas menyurati pihak RSUD Dolok Sanggul untuk meminta klarifikasi.

Sehingga, pihak RSUD Dolok Sanggul beserta Pemkab Humbahas mengadakan pertemuan dengan keluarga korban yang digelar di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dolok Sanggul. Senin (12/07/2021).

Dalam pertemuan tersebut, tampak hadir Pemkab Humbahas yang diwakili Asisten satu Bapak Drs. Makden Sihombing dan Asisten tiga Bapak Janter Sinaga, Kepala Dinas Kesehatan drg. Hasudungan Silaban M. Kes, Direktur RSUD Dolok Sanggul dr. Nettyiriani simanjuntak, yang didampingi salah satu Dokter dari RSUD, Sedima Simamora beserta keluarga, dan juga jajaran Ormas PBB DPC Humbahas.

Dalam penjelasannya, Sadima Simamora dan Radot Purba mengutarakan semua kekecewaan mereka kepada pihak Rumah Sakit. Sadima juga menyinggung terkait kurang tanggapnya pelayanan pihak Rumah Sakit terhadap pasien.

Namun, keterangan dan kekecewaan Sadima terkesan disangkal oleh pihak Rumah Sakit, dan mengatakan mereka bekerja sesuai aturan.

“Hal tersebut adalah benar sesuai dengan hasil yang dikeluarkan alat test yang ada di RSUD Dolok Sanggul. Semua hasil rafid test itu adalah berdasarkan POD, jadi tidak dibuat-buat hasilnya,” jawab Ibu Netty Simajuntak selaku Dirut RSUD Dolok Sanggul.”

Terkait keluhan kurang tanggapnya pelayanan terhadap pasien, Dirut RSUD justru mengatakan pihaknya sudah bekerja dengan baik.

Sementara itu, drg.Hasudungan Silaban, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Humbahas, meminta maaf atas kejadian tersebut.
“Memang kami belum sempurna. Akan tetapi, kedepan akan kami perbaiki, maka untuk segala kekurangan kami mohon dimaafkan, dan kami akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Senada juga diungkapkan oleh Astn1 Makden Sihombing, Dirinya menyampaikan kedepan pelayanan di RSUD Dolok Sanggul akan diperbaiki, dan meminta supaya kejadian tersebut dilupakan. “Yang lalu biarlah berlalu, kita perbaiki saja kedepan, dan kita berharap Humbahas kedepan semakin maju,” tuturnya.

Ketua PBB DPC Humbahas, Korban Purba.S.Pd bersama Sekretaris DPC Jinstor Simamora, meminta kepada pihak rumah sakit supaya melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, dan berharap kedepan semakin baik.

(Josapat.S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

2 komentar

News Feed