Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsHukrimVideo

Wah.. Akibat Pemberitaan, Wartawan Dianiayai

342
×

Wah.. Akibat Pemberitaan, Wartawan Dianiayai

Sebarkan artikel ini

Madina, PostKeadilan – Belakangan hari semakin banyak berita tentang penganiyaan wartawan dikarenakan ‘keberanian sang jurnalis tersebut mengungkapkan Kebenaran yang sesungguhnya.

Seperti kejadian Viral, pria berambut cepak dan rekan-rekannya pukuli wartawan bernama Jefry Barata Lubis. Diduga karena beritakan penambangan ilegal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kabar dihimpun, korban disebut membuat pemberitaan tentang tersangka oknum pelaku penambang ilegal (kini masih dalam proses penanganan POLDA SUMUT) yang juga ikut dalam aksi penganiayaan bersama orang suruhannya.

Baca Juga :  Camat Merapi Barat Besok Pj Bupati Lahat , Ajak Warga Merapi Gotong Royong Bersih Bersih Lingkungan

Digali lebih jauh, korban memberitakan tentang lambannya penanganan proses hukum terhadap oknum tersangka Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), di daerah tersebut.

Peristiwa penganiyaan itu terjadi, Jumat (04/03/2022), di salah satu Coffee Shop di seputaran Kota Panyabungan, Mandailing Natal.

Pada rekaman CCTV, korban dihampiri seorang pria dengan mengenakan kaos putih dan berambut cepak. Mereka saling berbincang dan pelaku sempat memberikan hormat kepada seorang yang tidak terlihat di kamera.

Baca Juga :  Kedepankan Kebersamaan Donasi Spontan Peduli Kasih Toga Aritonang Diserahkan

Pelaku sempat tersenyum saat berbicara dengan korban. Namun, saat korban menoleh ke kiri seperti mendengar ada yang memanggil, tiba-tiba pelaku langsung mengambil ancang-ancang dan memukul korban tepat di bagian wajah.

Korban Jefri yang mendapat pukulan langsung terkejut dan bangkit dari tempat duduk. Ia yang mengenakan bucket hat ini, lalu membenarkan kacamatanya sembari memperhatikan kondisi di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Kunjungan Peserta Jambore Perkecamatan ke Gedung DPRD Batanghari

Menyadari kondisi sudah tidak aman, korban mulai mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan lokasi. Tapi, belum lagi sampai di depan pintu, sudah dikejar beberapa orang yang terlihat beringas ingin memukuli korban secara membabi-buta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses