oleh

Warga Maro Sebo Ulu Gigit Jari, Program BPNT Banyak Saldo Yang Kosong

BATANGHARI, POSTKEADILAN.COM – Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan, yang selama ini melalui program Raskin, agar lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

Melalui Program BPNT diharapkan dapat memberikan keleluasaan penerima manfaat program dalam memilih jenis, kualitas, harga, dan tempat membeli bahan pangan.

banner 400x130

Namun, Dalam hal ini Program tersebut menjadi tanda tanya oleh warga kecamatan Maro Sebo Ulu, kabupaten Batanghari. Yang mana, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Banyak saldo yang kosong.

Kekosongan saldo bantuan program BPNT tersebut diketahui sejak bulan April 2021 hingga kini. Puluhan Warga Miskin atau Lansia Tidak mendapatkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) antara lain warga desa Teluk Leban dan Desa Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Selasa (21/9/2021).

Menurut Informasi awak media himpun, warga menyampaikan bahwa terakhir menerima manfaat program BPNT tersebut pada bulan April 2021.

Baca Juga : Usai Disorot Media, Papan Informasi Proyek Pagar Sawah Desa Kembang Seri Baru Terpasang

“Kami menerima manfaat program BPNT terakhir pada bulan April 2021. Namun, sampai Saat ini tak kunjung datang, kami sebagai warga hanya bisa menunggu dan berharap,” Ujarnya.

Dikatakan warga, jikalau mereka sudah pernah mempertanyakan hal ini kepada ketua pengurus BPNT.

“Saya sudah berupaya menghubungi pendamping Kecamatan, Tetapi kontaknya tidak bisa dihubungi lagi. Sekarang sudah saya sampaikan permasalahan ini kepada Pemerintah desa,” Sebutnya.

Sementara, Salah satu Pemdes peninjauan membenarkan kalau kejadian ini memang ada. beberapa minggu yang lalu ketua Pengurus anggota BPNT sudah mendatangi pihak Pemdes, terkait Kartu BPNT yang saldo nya kosong.

“Kami juga sudah menyampaikan hal ini ke Dinas Sosial Kabupaten Batanghari satu minggu yang lalu. Namun, belum ada perkembangannya,” saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya.

Pemdes peninjauan juga menilai Pendamping BPNT Kecamatan sulit untuk dijumpai dan dihubungi.

“Sangat disayangkan sekali masa-masa Pandemi Covid-19 banyak warga yang gigit jari, Apalagi bantuan program BPNT sangat membantu warga,” Tambahnya.

Dalam hal tersebut pendamping desa diduga lalai dalam menjalankan tugasnya.

“Diduga oknum Pendamping BPNT Kecamatan ini, kerja asal-asalan dalam menjalankan tupoksinya sebagai pengurus Pendamping BPNT Kecamatan Maro Sebo Ulu,” Ujar Warga dengan wajah kesal.

Terpisah, Bantuan program BPNT tersebut tidak hanya dikeluhkan oleh warga desa peninjauan. Namun, Hal serupa juga terjadi diwilayah desa teluk Leban.

“Sangat disayangkan sekali dan kasihan melihat warga, pulang hanya membawa tangan kosong. Saya sudah pernah juga sampaikan hal ini kepada Dinas sosial Kabupaten Batanghari, Terkait Saldo BPNT Banyak yang Kosong. Namun, sampai saat ini belum ada perkembangannya,” Kata NS Anggota BPD desa teluk Leban.

Hingga berita ini diturunkan, pendamping BPNT Kecamatan Maro Sebo Ulu belum bisa dihubungi. (Edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 komentar

News Feed